Selasa, 20 Februari 2018 | 06.45 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Ternyata Membersihkan Telinga Dengan Cotton Bud Bisa Berisiko

Ternyata Membersihkan Telinga Dengan Cotton Bud Bisa Berisiko

Reporter : Ary Syahputra | Sabtu, 31 Desember 2016 - 16:10 WIB

IMG-272

Ilustrasi

kini.co.id – Jika merasa gatal atau mulai merasa tidak nyaman di telinga, orang-orang pasti akan langsung terbiasa untuk membersihkan telingannya menggunakan cotton bud.

Namun tahukah Anda kalau kebiasaan seperti itu tidak baik? Faktanya, kita dilarang untuk memasukan benda apapun ke dalam telinga termasuk untuk membersihkan kotoran dengan cotton bud.

Dikutip dari HelloSehat, Sabtu (31/12/2016), menurut para ahli, membersihkan telinga dengan cotton bud bisa menyebabkan gangguan pendengaran hingga menyebabkan kerusakan pada saluran dalam telinga, kenapa?

Kita perlu kotoran telinga

Saluran dalam telinga memiliki sel khusus yang berfungsi untuk memproduksi cerumen, alias kotoran telinga. Produksi kotoran telinga ini bukannya tanpa alasan. William H. Shapiro, seorang audiologis dan rekanan profesor di NYU Langone Medical Center, menjelaskan bahwa kotoran telinga juga mengandung properti antibiotik dan anti jamur.

Sehingga terlalu sering membersihkan telinga bisa berakibat pada komplikasi telinga dan kulit, termasuk infeksi telinga dan eksim di bagian luar telinga.

Kenapa tak disarankan pakai cotton bud?

Walaupun residu kotoran telinga akan tetap ada dan menempel di kapas cotton bud saat Anda membersihkan telinga, tapi di saat yang bersamaan Anda juga mendorong dan memadatkan kotoran telinga semakin masuk jauh ke dalam, melewati tempat di mana produksi minyak dalam telinga terjadi (lokasi ideal di mana kotoran telinga harus tetap tinggal). Hal ini akan menimbulkan rasa sakit, tekanan, gangguan pendengaran sementara, hingga berisiko menusuk gendang telinga.

Gendang telinga yang tertusuk akan mudah sembuh dengan sendirinya, walaupun begitu, proses pemulihan akan memakan waktu yang cukup lama dan bisa berujung pada gangguan pendengaran konduktif.

Jadi, perlukah untuk tetap membersihkan telinga?

Terlalu sedikit kotoran telinga yang tersisa akan meningkatkan risiko infeksi. Setidaknya, ada sepuluh peptida antimikroba yang terkandung dalam kotoran telinga untuk mencegah bakteri dan jamur berkembang biak. Sementara itu, terlalu banyak kotoran telinga bisa meningkatkan kejadian infeksi dan kehilangan pendengaran. Oleh karena itu, Anda membutuhkan perawatan telinga yang pas.

Telinga memiliki mekanisme pembersihan mandiri. Lemak dan minyak dalam saluran telinga akan memerangkap segala partikel asing yang masuk ke dalam telinga dan membilasnya keluar sebagai kotoran telinga. Kotoran telinga, menurut Hicks, akan luruh dengan sendirinya tanpa Anda sadari.

Lalu bagaimana cara membersihkan telinga dengan aman?

Kebalikan dari saluran dalam telinga, bagian terluar telinga harus tetap dibersihkan secara rutin. Walaupun begitu, tetap hindari membersihkan telinga dengan cotton bud. Setelah mandi, cukup gunakan sedikit sabun, air, dan sebuah lap bersih untuk menggosok bagian luar telinga.

Metode seperti ini memang tidak akan memberikan efek telinga yang bersih kesat, namun kelembapan yang diberikan oleh kotoran telinga bagus untuk kesehatan telinga Anda. Telinga yang kesat sama sekali bersih dari kotoran telinga akan membuat saluran telinga kering dan terasa gatal.

Jika Anda tidak cukup puas hanya membersihkan telinga dengan kain lap basah, Anda bisa menggunakan larutan pembersih telinga yang dijual bebas di apotek atau supermarket terdekat. Cukup teteskan larutan tetes telinga tersebut untuk memudahkan Anda membersihkan telinga Anda.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:55 WIB

YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan kecolongan dalam kasus Albothyl yang telah dibekukan izin edarnya. ...
PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 11:14 WIB

PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl

Setelah pembekuan izin edar Albothyl yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), PT Pharos Indonesia menyatakan akan menarik peredaran ...
Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya
Trends - Sabtu, 10 Februari 2018 - 09:13 WIB

Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya

Banyak yang berpikir bahwa menjadi single atau jomblo bisa lebih hemat daripada yang sudah menikah.Sebab jomblo hanya akan membiayai dirinya ...
Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba
Health - Senin, 5 Februari 2018 - 09:59 WIB

Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba

"Ayam berkokok di atas genteng, gak merokok gak ganteng."Pepatah demikian seringkali terdengar dari mulut para remaja yang menggandrungi rokok.Rokok nyatanya ...
Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter
Woman - Sabtu, 3 Februari 2018 - 10:10 WIB

Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter

Tingkah Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya kembali menghebohkan dan viral di media sosial. Beberapa waktu lalu, video Iti Octavia ...
Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?
Style - Senin, 29 Januari 2018 - 11:17 WIB

Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?

Diawal tahun ini Olympic City ingin melibatkan masyarakat umum khususnya anak muda memberikan wadah untuk Mengembangkan ide kreatifitas dalam bentuk pembuatan desain Mascot Competition. Sesuai ...