Jumat, 19 Oktober 2018 | 19.00 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Waspada, Kelainan Irama Jantung Picu Stroke

Waspada, Kelainan Irama Jantung Picu Stroke

Reporter : Bayu Putra | Sabtu, 21 Januari 2017 - 13:04 WIB

IMG-340

Irama detak jantung. (Ilustrasi)

Surabaya, kini.co.id – Faktor usia seringkali menjadi penyebab faktor pendukung peningkatan prevalensi penderita atrial fibrilasi (AF) alias kelainan irama jantung.

Dokter RSU dr.Soetomo, Surabaya, Raskya Angelina, mengatakan, tidak hanya pada usia 65-70 tahun, pada usia dibawa 65 juga bisa menjadi faktor penyebab hal itu, hanya pada usai diatas 65 prevalensi kelainan ini mencapai 10-15 persen.

Kelainan irama jantung, kata dia dapat memicu risiko stroke terutama jika memiliki keluhan lain seperti hipertensi dan diabetes.

“Salah satu gejala AF yang paling mudah dikenali adalah detak jantung yang tidak teratur. Detak jantung ini bisa cepat, lambat, atau kombinasi cepat dan lambat,” ujarnya.

Disebutkannya, jika irama jantung berlangsung cepat dapat disertai dengan keluhan gagal jantung, seperti sesak napas dan cepat lelah. Jika lambat disertai dengan keluhan seperti mau pingsan dan kehilangan kesadaran sementara.

Pencetus kelainan irama jantung dapat berupa kelainan tiroid, kelainan atrium yang membesar akibat hipertensi, kelainan katup jantung, atau jantung yang lemah, dan sebagian kecil disebabkan oleh kelainan genetik.

Cara penanganan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu rate control (hidup berdampingan dengan AF untuk mencari keseimbangan irama supaya tidak terlalu cepat atau lambat) dan rhythm control (mengembalikan irama menjadi normal). Hasilnya jangka panjang antara rate control dan rhytm control tidak berbeda jauh.

Yang lebih penting lagi, adalah pencegahan stroke yang dilakukan hidup sehat misalnya mengurangi kebiasaan merokok, menguba pola hidup yang buruk bahkan berat badan atau obesitas juga sangat rentan dengan storke tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Health - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:51 WIB

Ini daftar negara yang harapan usianya tertinggi, RI meningkat

KONDISI lingkungan yang terus turun, pola makan yang tidak sehat, dan juga stres merupakan tantangan bagi kesehatan manusia di era ...
Health - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:37 WIB

Bawa bukti imuniasi anak jika mau ke Singapura

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) Singapura berencana menerapkan peraturan baru yang mengharuskan warga negara asing (WNA) untuk sudah memvaksinasi anaknya bila ingin ...
Hikmah - Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:53 WIB

Segera akhiri hubungan, jika ada kekerasan fisik

KEKERASAN fisik yang terjadi di rumah tangga semakin marak terjadi. Namun, tindak kekerasan di luar ikatan perkawinan antara pasangan yang ...
Health - Kamis, 18 Oktober 2018 - 13:18 WIB

Hati-hati, rutin makan mi instan, pelajar 18 tahun meninggal

SEORANG siswa 18 tahun dilaporkan meninggal karena menderita kanker perut setelah mengonsumsi mi instan setiap malam.Dikutip dari news.seehua.com (16/10/2018) via ...
Woman - Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:27 WIB

Mengganggu Penampilan, Lakukan Treatment Sederhana Ini Agar Pori-Pori Mengecil

ori-pori besar sering membuat orang kesal. Selain mengganggu penampilan pori-pori besar juga bisa membuat kulit wajah bermasalah dan rentan kemasukan ...
- Rabu, 17 Oktober 2018 - 17:44 WIB

Cegah anak kecanduan gawai dimulai dari orangtua

KASUS kecanduan gawai sebetulnya berawal dari penggunaannya yang terlalu berlebihan dan tidak dibarengi sikap bijak menggunakan gawai. Banyak orang yang ...