Selasa, 20 Februari 2018 | 06.51 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Waspada, Kelainan Irama Jantung Picu Stroke

Waspada, Kelainan Irama Jantung Picu Stroke

Reporter : Bayu Putra | Sabtu, 21 Januari 2017 - 13:04 WIB

IMG-340

Irama detak jantung. (Ilustrasi)

Surabaya, kini.co.id – Faktor usia seringkali menjadi penyebab faktor pendukung peningkatan prevalensi penderita atrial fibrilasi (AF) alias kelainan irama jantung.

Dokter RSU dr.Soetomo, Surabaya, Raskya Angelina, mengatakan, tidak hanya pada usia 65-70 tahun, pada usia dibawa 65 juga bisa menjadi faktor penyebab hal itu, hanya pada usai diatas 65 prevalensi kelainan ini mencapai 10-15 persen.

Kelainan irama jantung, kata dia dapat memicu risiko stroke terutama jika memiliki keluhan lain seperti hipertensi dan diabetes.

“Salah satu gejala AF yang paling mudah dikenali adalah detak jantung yang tidak teratur. Detak jantung ini bisa cepat, lambat, atau kombinasi cepat dan lambat,” ujarnya.

Disebutkannya, jika irama jantung berlangsung cepat dapat disertai dengan keluhan gagal jantung, seperti sesak napas dan cepat lelah. Jika lambat disertai dengan keluhan seperti mau pingsan dan kehilangan kesadaran sementara.

Pencetus kelainan irama jantung dapat berupa kelainan tiroid, kelainan atrium yang membesar akibat hipertensi, kelainan katup jantung, atau jantung yang lemah, dan sebagian kecil disebabkan oleh kelainan genetik.

Cara penanganan dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu rate control (hidup berdampingan dengan AF untuk mencari keseimbangan irama supaya tidak terlalu cepat atau lambat) dan rhythm control (mengembalikan irama menjadi normal). Hasilnya jangka panjang antara rate control dan rhytm control tidak berbeda jauh.

Yang lebih penting lagi, adalah pencegahan stroke yang dilakukan hidup sehat misalnya mengurangi kebiasaan merokok, menguba pola hidup yang buruk bahkan berat badan atau obesitas juga sangat rentan dengan storke tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:55 WIB

YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan kecolongan dalam kasus Albothyl yang telah dibekukan izin edarnya. ...
PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 11:14 WIB

PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl

Setelah pembekuan izin edar Albothyl yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), PT Pharos Indonesia menyatakan akan menarik peredaran ...
Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya
Trends - Sabtu, 10 Februari 2018 - 09:13 WIB

Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya

Banyak yang berpikir bahwa menjadi single atau jomblo bisa lebih hemat daripada yang sudah menikah.Sebab jomblo hanya akan membiayai dirinya ...
Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba
Health - Senin, 5 Februari 2018 - 09:59 WIB

Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba

"Ayam berkokok di atas genteng, gak merokok gak ganteng."Pepatah demikian seringkali terdengar dari mulut para remaja yang menggandrungi rokok.Rokok nyatanya ...
Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter
Woman - Sabtu, 3 Februari 2018 - 10:10 WIB

Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter

Tingkah Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya kembali menghebohkan dan viral di media sosial. Beberapa waktu lalu, video Iti Octavia ...
Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?
Style - Senin, 29 Januari 2018 - 11:17 WIB

Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?

Diawal tahun ini Olympic City ingin melibatkan masyarakat umum khususnya anak muda memberikan wadah untuk Mengembangkan ide kreatifitas dalam bentuk pembuatan desain Mascot Competition. Sesuai ...