Rabu, 22 November 2017 | 04.25 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Pemerintah Wajibkan Lulusan Dokter Spesial Kerja di Daerah Minimal Satu Tahun

Pemerintah Wajibkan Lulusan Dokter Spesial Kerja di Daerah Minimal Satu Tahun

Reporter : Rini Siregar | Sabtu, 4 Februari 2017 - 00:20 WIB

IMG-416

Dokter di sebuah puskesmas (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah mewajibkan bagi Lulusan kedokteran spesialis untuk bertugas memberikan pelayanan kesehatan di seluruh daerah Indonesia.

Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpers) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS).

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan, Usman Sumantri, mengatakan program tersebut efektif berlaku bagi dokter spesialis yang lulus setelah ditandatanganinya perpres tanggal 12 Januari 2017.

“Perpres tersebut bersifat sukarela wajib bagi yang sebelum tanggal 12 Januari, tapi bagi yang lulus setelah perpres diteken maka wajib bertugas di daerah selama satu tahun,” ujar Usman dalam keterangan persny di Jakarta, Jumat (3/2).

Dijelaskannya tujuan dari program wajib kerja dokter spesialis tersebut adalah untuk pemerataan fasilitas layanan kesehatan, di seluruh daerah Indonesia.

Pasalnya, saat ini keberadaan dokter spesialis hanya numpuk di kota-kota besar, seperti Jakarta, Yogyakarta, Sulawesi Utara, dan Bali, sementara daerah lainnya hanya seadanya.

Dalam perpres tersebut diatur bagi dokter yang melanjutkan spesialis di perguruan tinggi dengan biaya mandiri wajib bekerja dengan penempatan di daerah paling singkat selama satu tahun.

Sedangkan bagi dokter penerima beasiswa yang diberikan oleh pemerintah pada program spesialis dua hingga empat tahun.

Bagi dokter yang menolak penempatan kerja di daerah maka akan dikenakan sanksi tidak dikeluarkannya Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai dokter spesialis.

Dengan tidak dikeluarkannya Surat Tanda Registrasi (STR) tersebut seorang dokter spesialis tidak akan bisa membuka praktik secara mandiri.

Menurut Usman berbagai daerah saat ini membutuhkan dokter spesialis dengan prioritas spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis obstetri dan ginekologi, spesialis bedah, serta spesialis anestesi dan terapi intensif.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Buat kamu calon pengantin, Grandkemang Jakarta tawarkan honeymoon ke Bali gratis
Style - Minggu, 19 November 2017 - 11:10 WIB

Buat kamu calon pengantin, Grandkemang Jakarta tawarkan honeymoon ke Bali gratis

Dalam menyambut helatan Wedding Celebration Festival (WCF) 2017 yang akan berlangsung pada 24-26 November di Jakarta Convention Center (JCC). Grandkemang ...
Pasar fashion hijab di Indonesia menjanjikan
Style - Sabtu, 18 November 2017 - 12:22 WIB

Pasar fashion hijab di Indonesia menjanjikan

Presiden Jokowi memberikan isyarat bagi keluarga besar alumni Himpunan Mahasiswa Islam mengenai peluang industri fashion hijab.Pemerintah kata Jokowi sedang memberikan ...
Psikolog: LGBT Bisa Lebih Posesif dari Pasangan Normal
Hikmah - Sabtu, 18 November 2017 - 09:52 WIB

Psikolog: LGBT Bisa Lebih Posesif dari Pasangan Normal

Banyaknya kasus pembunuhan akibat kecemburuan oleh pasangan sejenis seringkali membuat miris.Teranyar, pembunuhan laki-laki di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, yang ...
Dunia adalah perhiasan dan wanita puncak kesenangan
Hikmah - Kamis, 16 November 2017 - 19:49 WIB

Dunia adalah perhiasan dan wanita puncak kesenangan

Hakikat kecantikan seorang perempuan, bukan Ia yang gemar bersolek, memanjakan diri untuk menarik perhatian lawan jenis. Karena perempuan yang dianggap ...
Bahaya intai dari obat nyamuk bakar
Health - Senin, 13 November 2017 - 02:16 WIB

Bahaya intai dari obat nyamuk bakar

Demi mengusir nyamuk, masyarakat masih banyak menggunakan obat nyamuk bakar. Selain harganya juga murah, obat nyamuk bakar cukup ampuh dalam ...
Masyarakat Harus Tahu, Obat Herbal Tak Sembuhkan Kanker
Health - Jumat, 10 November 2017 - 09:25 WIB

Masyarakat Harus Tahu, Obat Herbal Tak Sembuhkan Kanker

Gencarnya promosi obat-obatan herbal yang konon dapat menyembuhkan segala penyakit termasuk kanker tampaknya harus dibarengi dengan pengetahuan masyarakat.Nyatanya, hingga saat ...