Selasa, 24 April 2018 | 09.58 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Pemerintah Wajibkan Lulusan Dokter Spesial Kerja di Daerah Minimal Satu Tahun

Pemerintah Wajibkan Lulusan Dokter Spesial Kerja di Daerah Minimal Satu Tahun

Reporter : Rini Siregar | Sabtu, 4 Februari 2017 - 00:20 WIB

IMG-416

Dokter di sebuah puskesmas (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah mewajibkan bagi Lulusan kedokteran spesialis untuk bertugas memberikan pelayanan kesehatan di seluruh daerah Indonesia.

Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpers) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS).

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan, Usman Sumantri, mengatakan program tersebut efektif berlaku bagi dokter spesialis yang lulus setelah ditandatanganinya perpres tanggal 12 Januari 2017.

“Perpres tersebut bersifat sukarela wajib bagi yang sebelum tanggal 12 Januari, tapi bagi yang lulus setelah perpres diteken maka wajib bertugas di daerah selama satu tahun,” ujar Usman dalam keterangan persny di Jakarta, Jumat (3/2).

Dijelaskannya tujuan dari program wajib kerja dokter spesialis tersebut adalah untuk pemerataan fasilitas layanan kesehatan, di seluruh daerah Indonesia.

Pasalnya, saat ini keberadaan dokter spesialis hanya numpuk di kota-kota besar, seperti Jakarta, Yogyakarta, Sulawesi Utara, dan Bali, sementara daerah lainnya hanya seadanya.

Dalam perpres tersebut diatur bagi dokter yang melanjutkan spesialis di perguruan tinggi dengan biaya mandiri wajib bekerja dengan penempatan di daerah paling singkat selama satu tahun.

Sedangkan bagi dokter penerima beasiswa yang diberikan oleh pemerintah pada program spesialis dua hingga empat tahun.

Bagi dokter yang menolak penempatan kerja di daerah maka akan dikenakan sanksi tidak dikeluarkannya Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai dokter spesialis.

Dengan tidak dikeluarkannya Surat Tanda Registrasi (STR) tersebut seorang dokter spesialis tidak akan bisa membuka praktik secara mandiri.

Menurut Usman berbagai daerah saat ini membutuhkan dokter spesialis dengan prioritas spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis obstetri dan ginekologi, spesialis bedah, serta spesialis anestesi dan terapi intensif.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Jamuan tahu campur menteri Imam Nahrawi
Food - Senin, 11 Desember 2017 - 18:36 WIB

Jamuan tahu campur menteri Imam Nahrawi

Peserta Kirab Pemuda Indonesia 2017 yag dijamu di rumah dinas Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, di Jalan Widya Chandra, ...
Cantiknya wanita suku Tajik di China, ga ada sipit-sipitnya
Woman - Senin, 4 Desember 2017 - 08:03 WIB

Cantiknya wanita suku Tajik di China, ga ada sipit-sipitnya

Dengan penduduk sekitar 30.000 jiwa, suku Tajik tinggal di kota Tashkurgan yang terletak di dataran pegunungan Pamir di sepanjang perbatasan ...
Ketika Al Liwa dan ar Rayah masih jadi nyinyiran
Hikmah - Minggu, 3 Desember 2017 - 09:04 WIB

Ketika Al Liwa dan ar Rayah masih jadi nyinyiran

Dalam reuni 212 di Monas, Sabtu (2/12) kemarin, ratusan bendera tauhid baik berwarna hitam maupun putih berkibar di tengah-tengah lautan ...
Tipe – tipe netizen, yang terakhir bikin sakit kepala
Trends - Jumat, 1 Desember 2017 - 17:45 WIB

Tipe – tipe netizen, yang terakhir bikin sakit kepala

Dijaman secanggih ini nih apa - apa share di sosial media entah itu cuman curhat, foto, video, berita dan lainnya. ...
Olympic Furniture “Ekspansi” ke bsnis property
Trends - Kamis, 30 November 2017 - 16:38 WIB

Olympic Furniture “Ekspansi” ke bsnis property

Bertepatan dengan hari Bangkit Olympic Group yang digelar setiap tanggal 29 November, Olympic City menggelar acara peletakan batu pertama atau groundbreaking infrastruktur ...
Puluhan kamera ‘bidik’ model MALE Indonesia dalam Glam Photohunt 2017
Trends - Senin, 27 November 2017 - 17:14 WIB

Puluhan kamera ‘bidik’ model MALE Indonesia dalam Glam Photohunt 2017

Puluhan kamera fotografer amatir dan pro, Sabtu (25/11) lalu tampak menahan nafasnya dengan bidikan objek yang aduhai.Namun dengan tetap semangat ...