Minggu, 21 Oktober 2018 | 16.44 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Pemerintah Wajibkan Lulusan Dokter Spesial Kerja di Daerah Minimal Satu Tahun

Pemerintah Wajibkan Lulusan Dokter Spesial Kerja di Daerah Minimal Satu Tahun

Reporter : Rini Siregar | Sabtu, 4 Februari 2017 - 00:20 WIB

IMG-416

Dokter di sebuah puskesmas (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah mewajibkan bagi Lulusan kedokteran spesialis untuk bertugas memberikan pelayanan kesehatan di seluruh daerah Indonesia.

Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpers) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS).

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan, Usman Sumantri, mengatakan program tersebut efektif berlaku bagi dokter spesialis yang lulus setelah ditandatanganinya perpres tanggal 12 Januari 2017.

“Perpres tersebut bersifat sukarela wajib bagi yang sebelum tanggal 12 Januari, tapi bagi yang lulus setelah perpres diteken maka wajib bertugas di daerah selama satu tahun,” ujar Usman dalam keterangan persny di Jakarta, Jumat (3/2).

Dijelaskannya tujuan dari program wajib kerja dokter spesialis tersebut adalah untuk pemerataan fasilitas layanan kesehatan, di seluruh daerah Indonesia.

Pasalnya, saat ini keberadaan dokter spesialis hanya numpuk di kota-kota besar, seperti Jakarta, Yogyakarta, Sulawesi Utara, dan Bali, sementara daerah lainnya hanya seadanya.

Dalam perpres tersebut diatur bagi dokter yang melanjutkan spesialis di perguruan tinggi dengan biaya mandiri wajib bekerja dengan penempatan di daerah paling singkat selama satu tahun.

Sedangkan bagi dokter penerima beasiswa yang diberikan oleh pemerintah pada program spesialis dua hingga empat tahun.

Bagi dokter yang menolak penempatan kerja di daerah maka akan dikenakan sanksi tidak dikeluarkannya Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai dokter spesialis.

Dengan tidak dikeluarkannya Surat Tanda Registrasi (STR) tersebut seorang dokter spesialis tidak akan bisa membuka praktik secara mandiri.

Menurut Usman berbagai daerah saat ini membutuhkan dokter spesialis dengan prioritas spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis obstetri dan ginekologi, spesialis bedah, serta spesialis anestesi dan terapi intensif.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Trends - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 14:42 WIB

Ikut-ikutan Trend Mukbang, Awas Penyakit Berbahaya Ini Mengintai Anda!!

Anak-anak muda yang rajin mantengin media sosial pasti tidak asing dengan video-video mukbang, alias makan dalam jumlah porsi besar.Trend makan ...
Health - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Mati, Ini Terjadi pada Tubuh Ketika Sudah Dalam Kubur

ematian adalah sebuah hal yang pasti dialami manusia. Ketika kematian tiba, maka semua organ tubuh manusia pun berhenti bekerja dan ...
Health - Sabtu, 20 Oktober 2018 - 10:55 WIB

Jangan Potong Rambut di Area Intim, Ini Bahayanya

Tak hanya aroma tubuh yang membangkitkan libido di atas ranjang, tapi juga penampilan fiik. Mlai dari ujung rambut di kepala ...
Health - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:51 WIB

Ini daftar negara yang harapan usianya tertinggi, RI meningkat

KONDISI lingkungan yang terus turun, pola makan yang tidak sehat, dan juga stres merupakan tantangan bagi kesehatan manusia di era ...
Health - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:37 WIB

Bawa bukti imuniasi anak jika mau ke Singapura

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) Singapura berencana menerapkan peraturan baru yang mengharuskan warga negara asing (WNA) untuk sudah memvaksinasi anaknya bila ingin ...
Hikmah - Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:53 WIB

Segera akhiri hubungan, jika ada kekerasan fisik

KEKERASAN fisik yang terjadi di rumah tangga semakin marak terjadi. Namun, tindak kekerasan di luar ikatan perkawinan antara pasangan yang ...