Senin, 22 April 2019 | 12.57 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Pemerintah Wajibkan Lulusan Dokter Spesial Kerja di Daerah Minimal Satu Tahun

Pemerintah Wajibkan Lulusan Dokter Spesial Kerja di Daerah Minimal Satu Tahun

Reporter : Rini Siregar | Sabtu, 4 Februari 2017 - 00:20 WIB

IMG-416

Dokter di sebuah puskesmas (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah mewajibkan bagi Lulusan kedokteran spesialis untuk bertugas memberikan pelayanan kesehatan di seluruh daerah Indonesia.

Peraturan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpers) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS).

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan Kementerian Kesehatan, Usman Sumantri, mengatakan program tersebut efektif berlaku bagi dokter spesialis yang lulus setelah ditandatanganinya perpres tanggal 12 Januari 2017.

“Perpres tersebut bersifat sukarela wajib bagi yang sebelum tanggal 12 Januari, tapi bagi yang lulus setelah perpres diteken maka wajib bertugas di daerah selama satu tahun,” ujar Usman dalam keterangan persny di Jakarta, Jumat (3/2).

Dijelaskannya tujuan dari program wajib kerja dokter spesialis tersebut adalah untuk pemerataan fasilitas layanan kesehatan, di seluruh daerah Indonesia.

Pasalnya, saat ini keberadaan dokter spesialis hanya numpuk di kota-kota besar, seperti Jakarta, Yogyakarta, Sulawesi Utara, dan Bali, sementara daerah lainnya hanya seadanya.

Dalam perpres tersebut diatur bagi dokter yang melanjutkan spesialis di perguruan tinggi dengan biaya mandiri wajib bekerja dengan penempatan di daerah paling singkat selama satu tahun.

Sedangkan bagi dokter penerima beasiswa yang diberikan oleh pemerintah pada program spesialis dua hingga empat tahun.

Bagi dokter yang menolak penempatan kerja di daerah maka akan dikenakan sanksi tidak dikeluarkannya Surat Tanda Registrasi (STR) sebagai dokter spesialis.

Dengan tidak dikeluarkannya Surat Tanda Registrasi (STR) tersebut seorang dokter spesialis tidak akan bisa membuka praktik secara mandiri.

Menurut Usman berbagai daerah saat ini membutuhkan dokter spesialis dengan prioritas spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis obstetri dan ginekologi, spesialis bedah, serta spesialis anestesi dan terapi intensif.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Hikmah - Selasa, 29 Januari 2019 - 19:46 WIB

Kehadiran Jan Ethes dipersoalkan BPN Prabowo

KEHADIRAN cucu Joko Widodo, Jan Ethes, dalam berbagai kesempatan, dipersoalkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. Pasalnya pelibatan ...
Hikmah - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:54 WIB

Minta maaf kepada pembenci, Ahok minta tidak usah disambut

BASUKI Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan gubernur DKI, segera akan menghirup udara bebas pada 24 Januari 2019. Tanggal tersebut sangat ...
Hikmah - Rabu, 16 Januari 2019 - 16:10 WIB

Ahok segera bebas, dia dijemput keluarga di Mako Brimob

BASUKI Tjahaja Purnama alias Ahok dijadwalkan bebas pada 24 Januari 2019 mendatang. Mantan Gubernur DKI itu akan keluar dari Mako ...
Health - Senin, 14 Januari 2019 - 10:29 WIB

Suka Tidur Pakai Kipas Angin, Ini Bahayanya

Kipas angin seringkali menjadi pilihan untuk menyejukkan ruangan selain Air Conditioner. Kipas angin yang lebih ekonomis dan juga praktis karena ...
Health - Senin, 14 Januari 2019 - 10:16 WIB

Anak Tidak Diimunisasi Benarkah Tetap Sehat?

Seiring pemerintah menggalakkan program imunisasi untuk anak-anak, muncul juga kaum yang berbeda pendapat.Menurut mereka, anak-anak mereka sehat-sehat saja meski tidak ...
Trends - Jumat, 11 Januari 2019 - 14:44 WIB

Diajak ML Sama Pacar, Begini Cara Menolaknya

Seks bebas seperti sudah menjadi makanan sehari-hari remaja di Indonesia. Mereka yang pacaran sudah gampang saja melakukan hubungan seks bagaikan ...