Rabu, 22 November 2017 | 04.19 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>6 Kesalahan Dalam Pengobatan Flu Bisa Perparah Penyakit Anda

6 Kesalahan Dalam Pengobatan Flu Bisa Perparah Penyakit Anda

Reporter : Ade Pane | Senin, 6 Februari 2017 - 16:52 WIB

IMG-427

Ilustrasi

kini.co.id – Saat ini Indonesia memasuki musim penghujan yang memiliki suhu lebih dingin dari biasanya. Hal seperti ini bisa membuat beberapa orang terserang berbagai penyakit, salah satunya adalah flu atau pilek.

Ketika mengidap penyakit satu ini, Anda pasti sering mendengar atau bahkan memiliki kebiasaan sendiri dalam menyembuhkan penyakit ini. Namun, apakah Anda yakin bahwa hal tersebut benar?

Apa iya pengobatan tersebut memang dapat mempercepat penyembuhan atau mungkin malah memperparah kondisi Anda?

Yuk cek enam kesalahan dalam pengobatan flu yang malah bisa membuat penyakit itu semakin parah, seperti dikutip dari HelloSehat.com, Senin (6/2/2017).

1. Minum suplemen zat besi

Beberapa penelitian memang memperlihatkan bahwa zat besi dapat mempercepat penyembuhan pada orang dewasa, namun suplemen besi juga dapat memberikan efek samping yang buruk. Mengonsumsi zat besi dapat meninggalkan rasa tidak enak di mulut dan dapat menyebabkan mual.

Beberapa nasal spray yang mengandung zat besi juga diketahui dapat merusak mukosa atau lapisan dalam hidung dan dapat membuat Anda kehilangan kemampuan menghirup. Selain itu, pemberian zat besi juga tidak berefek pada anak-anak.

2. Tidak minum obat sama sekali

Anda pasti pernah melihat beberapa orang yang tidak mau minum obat untuk mengatasi flu, karena berpikir akan sembuh sendiri. Nyatanya, tanpa mengonsumsi obat, lendir dari hidung Anda akan semakin banyak dan justru menyebarkan virus flu yang bereplikasi dalam tubuh Anda.

Oleh karena, Anda disarankan untuk mengonsumsi obat agar meringankan gejala flu yang sedang dialami. Anda dapat mengonsumsi obat anti-inflamasi seperti ibuprofen untuk mengatasi demam dan nyeri pada tubuh, antihistamin untuk hidung berair atau obat batuk jika Anda mengalami batuk. Selain membuat Anda lebih nyaman, obat ini juga dapat mencegah penularan virus dari tubuh Anda.

3. Mengonsumsi vitamin C dosis tinggi

Vitamin C sering dikatakan dapat menyembuhkan berbagai penyakit mulai dari flu hingga kanker. Beberapa penelitian memang membuktikan bahwa mengonsumsi vitamin C saat Anda baru terserang pilekdapat meringankan gejala. Namun, efektivitas vitamin C dalam mengurangi gejala masih tergolong sangat rendah.

Selain itu, vitamin C dosis tinggi juga diketahui dapat menyebabkan diare. Bagi beberapa orang, vitamin C dosis tinggi yang dikonsumsi bahkan dapat meningkatkan penyerapan besi dan menyebabkan toksisitas besi.

4. Makan sup ayam instan

Penelitian membuktikan kandungan nutrisi dalam semangkuk sup ayam memiliki efek anti-inflamasi yang dapat meringankan gejala flu. Akan tetapi, perlu diingat, banyak sup ayam instan yang dijual di supermarket mengandung terlalu banyak garam. Kandungan tinggi garam ini dapat membuat Anda dehidrasi, sementara tubuh Anda yang sedang mengalami flu membutuhkan banyak cairan untuk membuat Anda lebih baik.

Jika Anda ingin mengonsumsi sup ayam, cobalah membeli produk yang rendah garam atau lebih baik lagi, membuat sup Anda sendiri.

5. Menganggap enteng flu dan melakukan aktivitas seperti biasa

Sebagian besar orang mungkin menganggap flu adalah penyakit yang ringan, sehingga ia tetap beraktivitas seperti biasa setelah mengonsumsi obat.

Namun, berhati-hatilah jika Anda mengonsumsi obat yang mengandung anti-histamin, obat tersebut dapat memberi efek mengantuk. Ada baiknya jika Anda tidak melakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian ekstra seperti menyetir saat Anda mengonsumsi obat flu.

6. Membeli sembarang obat flu di apotek

Salah satu hal yang perlu diwaspadai saat Anda membeli obat tanpa resep dokter adalah adanya kemungkinan terjadinya interaksi obat yang tidak diingankan.

Berhati-hatilah saat membeli obat bebas, selalu baca aturan pemakaian pada setiap produk dan pastikan Anda membaca hal-hal yang perlu diperhatikan pada kemasan. Jika Anda meminum obat-obatan rutin, tanyakan terlebih dulu kepada apoteker atau dokter mengenai interaksi obat yang mungkin terjadi.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Buat kamu calon pengantin, Grandkemang Jakarta tawarkan honeymoon ke Bali gratis
Style - Minggu, 19 November 2017 - 11:10 WIB

Buat kamu calon pengantin, Grandkemang Jakarta tawarkan honeymoon ke Bali gratis

Dalam menyambut helatan Wedding Celebration Festival (WCF) 2017 yang akan berlangsung pada 24-26 November di Jakarta Convention Center (JCC). Grandkemang ...
Pasar fashion hijab di Indonesia menjanjikan
Style - Sabtu, 18 November 2017 - 12:22 WIB

Pasar fashion hijab di Indonesia menjanjikan

Presiden Jokowi memberikan isyarat bagi keluarga besar alumni Himpunan Mahasiswa Islam mengenai peluang industri fashion hijab.Pemerintah kata Jokowi sedang memberikan ...
Psikolog: LGBT Bisa Lebih Posesif dari Pasangan Normal
Hikmah - Sabtu, 18 November 2017 - 09:52 WIB

Psikolog: LGBT Bisa Lebih Posesif dari Pasangan Normal

Banyaknya kasus pembunuhan akibat kecemburuan oleh pasangan sejenis seringkali membuat miris.Teranyar, pembunuhan laki-laki di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, yang ...
Dunia adalah perhiasan dan wanita puncak kesenangan
Hikmah - Kamis, 16 November 2017 - 19:49 WIB

Dunia adalah perhiasan dan wanita puncak kesenangan

Hakikat kecantikan seorang perempuan, bukan Ia yang gemar bersolek, memanjakan diri untuk menarik perhatian lawan jenis. Karena perempuan yang dianggap ...
Bahaya intai dari obat nyamuk bakar
Health - Senin, 13 November 2017 - 02:16 WIB

Bahaya intai dari obat nyamuk bakar

Demi mengusir nyamuk, masyarakat masih banyak menggunakan obat nyamuk bakar. Selain harganya juga murah, obat nyamuk bakar cukup ampuh dalam ...
Masyarakat Harus Tahu, Obat Herbal Tak Sembuhkan Kanker
Health - Jumat, 10 November 2017 - 09:25 WIB

Masyarakat Harus Tahu, Obat Herbal Tak Sembuhkan Kanker

Gencarnya promosi obat-obatan herbal yang konon dapat menyembuhkan segala penyakit termasuk kanker tampaknya harus dibarengi dengan pengetahuan masyarakat.Nyatanya, hingga saat ...