Selasa, 20 Februari 2018 | 06.39 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>6 Kesalahan Dalam Pengobatan Flu Bisa Perparah Penyakit Anda

6 Kesalahan Dalam Pengobatan Flu Bisa Perparah Penyakit Anda

Reporter : Bayu Putra | Senin, 6 Februari 2017 - 16:52 WIB

IMG-427

Ilustrasi

kini.co.id – Saat ini Indonesia memasuki musim penghujan yang memiliki suhu lebih dingin dari biasanya. Hal seperti ini bisa membuat beberapa orang terserang berbagai penyakit, salah satunya adalah flu atau pilek.

Ketika mengidap penyakit satu ini, Anda pasti sering mendengar atau bahkan memiliki kebiasaan sendiri dalam menyembuhkan penyakit ini. Namun, apakah Anda yakin bahwa hal tersebut benar?

Apa iya pengobatan tersebut memang dapat mempercepat penyembuhan atau mungkin malah memperparah kondisi Anda?

Yuk cek enam kesalahan dalam pengobatan flu yang malah bisa membuat penyakit itu semakin parah, seperti dikutip dari HelloSehat.com, Senin (6/2/2017).

1. Minum suplemen zat besi

Beberapa penelitian memang memperlihatkan bahwa zat besi dapat mempercepat penyembuhan pada orang dewasa, namun suplemen besi juga dapat memberikan efek samping yang buruk. Mengonsumsi zat besi dapat meninggalkan rasa tidak enak di mulut dan dapat menyebabkan mual.

Beberapa nasal spray yang mengandung zat besi juga diketahui dapat merusak mukosa atau lapisan dalam hidung dan dapat membuat Anda kehilangan kemampuan menghirup. Selain itu, pemberian zat besi juga tidak berefek pada anak-anak.

2. Tidak minum obat sama sekali

Anda pasti pernah melihat beberapa orang yang tidak mau minum obat untuk mengatasi flu, karena berpikir akan sembuh sendiri. Nyatanya, tanpa mengonsumsi obat, lendir dari hidung Anda akan semakin banyak dan justru menyebarkan virus flu yang bereplikasi dalam tubuh Anda.

Oleh karena, Anda disarankan untuk mengonsumsi obat agar meringankan gejala flu yang sedang dialami. Anda dapat mengonsumsi obat anti-inflamasi seperti ibuprofen untuk mengatasi demam dan nyeri pada tubuh, antihistamin untuk hidung berair atau obat batuk jika Anda mengalami batuk. Selain membuat Anda lebih nyaman, obat ini juga dapat mencegah penularan virus dari tubuh Anda.

3. Mengonsumsi vitamin C dosis tinggi

Vitamin C sering dikatakan dapat menyembuhkan berbagai penyakit mulai dari flu hingga kanker. Beberapa penelitian memang membuktikan bahwa mengonsumsi vitamin C saat Anda baru terserang pilekdapat meringankan gejala. Namun, efektivitas vitamin C dalam mengurangi gejala masih tergolong sangat rendah.

Selain itu, vitamin C dosis tinggi juga diketahui dapat menyebabkan diare. Bagi beberapa orang, vitamin C dosis tinggi yang dikonsumsi bahkan dapat meningkatkan penyerapan besi dan menyebabkan toksisitas besi.

4. Makan sup ayam instan

Penelitian membuktikan kandungan nutrisi dalam semangkuk sup ayam memiliki efek anti-inflamasi yang dapat meringankan gejala flu. Akan tetapi, perlu diingat, banyak sup ayam instan yang dijual di supermarket mengandung terlalu banyak garam. Kandungan tinggi garam ini dapat membuat Anda dehidrasi, sementara tubuh Anda yang sedang mengalami flu membutuhkan banyak cairan untuk membuat Anda lebih baik.

Jika Anda ingin mengonsumsi sup ayam, cobalah membeli produk yang rendah garam atau lebih baik lagi, membuat sup Anda sendiri.

5. Menganggap enteng flu dan melakukan aktivitas seperti biasa

Sebagian besar orang mungkin menganggap flu adalah penyakit yang ringan, sehingga ia tetap beraktivitas seperti biasa setelah mengonsumsi obat.

Namun, berhati-hatilah jika Anda mengonsumsi obat yang mengandung anti-histamin, obat tersebut dapat memberi efek mengantuk. Ada baiknya jika Anda tidak melakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian ekstra seperti menyetir saat Anda mengonsumsi obat flu.

6. Membeli sembarang obat flu di apotek

Salah satu hal yang perlu diwaspadai saat Anda membeli obat tanpa resep dokter adalah adanya kemungkinan terjadinya interaksi obat yang tidak diingankan.

Berhati-hatilah saat membeli obat bebas, selalu baca aturan pemakaian pada setiap produk dan pastikan Anda membaca hal-hal yang perlu diperhatikan pada kemasan. Jika Anda meminum obat-obatan rutin, tanyakan terlebih dulu kepada apoteker atau dokter mengenai interaksi obat yang mungkin terjadi.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:55 WIB

YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan kecolongan dalam kasus Albothyl yang telah dibekukan izin edarnya. ...
PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 11:14 WIB

PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl

Setelah pembekuan izin edar Albothyl yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), PT Pharos Indonesia menyatakan akan menarik peredaran ...
Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya
Trends - Sabtu, 10 Februari 2018 - 09:13 WIB

Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya

Banyak yang berpikir bahwa menjadi single atau jomblo bisa lebih hemat daripada yang sudah menikah.Sebab jomblo hanya akan membiayai dirinya ...
Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba
Health - Senin, 5 Februari 2018 - 09:59 WIB

Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba

"Ayam berkokok di atas genteng, gak merokok gak ganteng."Pepatah demikian seringkali terdengar dari mulut para remaja yang menggandrungi rokok.Rokok nyatanya ...
Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter
Woman - Sabtu, 3 Februari 2018 - 10:10 WIB

Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter

Tingkah Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya kembali menghebohkan dan viral di media sosial. Beberapa waktu lalu, video Iti Octavia ...
Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?
Style - Senin, 29 Januari 2018 - 11:17 WIB

Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?

Diawal tahun ini Olympic City ingin melibatkan masyarakat umum khususnya anak muda memberikan wadah untuk Mengembangkan ide kreatifitas dalam bentuk pembuatan desain Mascot Competition. Sesuai ...