Jumat, 18 Agustus 2017 | 19.38 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>10% Penduduk Dunia Menderita Ginjal Kronis

10% Penduduk Dunia Menderita Ginjal Kronis

Reporter : Ary Syahputra | Kamis, 9 Maret 2017 - 21:45 WIB

IMG-590

Hari ginjal. (ist)

kini.co.id – Berdasarkan data World Health Organization (Badan Kesehatan Dunia), 10% penduduk dunia menderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Bahkan di Indonesia, penyakit ginjal menempati posisi 2 paling banyak diderita masyarakat. Nomor 1 adalah penyakit jantung, untuk noninfeksi. Salah satu faktor resiko terbesar adalah obesitas (kelebihan berat badan).

Hal tersebut dijabarkan dr Riri Andri Muzaty MKed(PD) dalam seminar kesehatan Peringatan Hari Ginjal Sedunia di Rumah Sakit USU Jalan Doktor Mansur Medan, Kamis (9/3). Penyakit gagal ginjal ditandai dengan kegagalan fungsinya menyaring zat mana yang harus diserap dan yang harus dikeluarkan tubuh. Riri menjelaskan, untuk tahun ini, Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) memusatkan perhatian pada kontribusi obesitas bagi penyakit ini. Penderita obesitas memiliki resiko untuk mengalami PGK sebesar 83%.

“Obesitas merupakan masalah penduduk seluruh dunia. Itu sebabnya peringatan tahun ini bicara tema tersebut,” tuturnya melalui siaran pers yang diterima kini.co.id

Obesitas merupakan faktor resiko penyakit diabetes, hipertensi dan penyakit jantung.Dikatakan Riri, obesitas tidak saja bisa menyebabkan PGK dengan perantara diabetesdan hipertensi, tapi juga bisa secara langsung menyebabkan penyakit ginjal dikarenakan kelebihan berat badan bisa menambah beban kerja ginjal. Penurunan berat badan dan pencegahan diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung akan menurunkan resiko penyakit ginjal.

Munculnya obesitas bisa diakibatkan faktor genetik (sebesar 30%) atau pola hidup yang tidak seimbang. Baik jam tidur, asupan makanan dan aktivitas fisik. Untuk pola makan, hindari makanan dan minuman cepat saji atau banyak garam, disarankan memperbanyak konsumsi buah. Di dalamnya terkandung serat yang bisa memperlancar pencernaan sehingga tidak memberatkan kerja ginjal adalam mengeluarkan racun dalam tubuh.

Selain itu, bisa mengonsumsi pisang sebab kaya kalori namun cepat membuat kenyang. Jadi minim kemungkinan menambah berat badan. Ditambah dengan konsumsi air minum secara teratur, minimal 8 gelas sehari. Air juga mampu merangsang organ dalam tubuh segar dan aktif.

Sedangkan dari keteraturan jam istirahat, syarat jumlah jam tidur yang baik tidak bisa disamakan bagi semua kalangan usia. Kebutuhan yang paling pas adalah jam tidur yang membuat nyenyak. “Untuk orang tua misalnya, mungkin merasa tidak bisa memenuhi kebutuhan 8 jam sehari seperti yang banyak diberlakukan. Tidak masalah, yang diutamakan adalah kualitas tidurnya,” imbuh Riri.

Setelah kedua hal di atas, menjaga aktivitas fisik perlu untuk melengkapi gaya hidup sehat. dr Tari Mediyanti SpKFR menuturkan, keseimbangan asupan makanan dan aktivitas fisik adalah penting. Namun, perlu diperhatikan, tidak semua aktivitas fisikmendukung kesehatan.

“Aktivitas fisik seperti olahraga, itu yang berperan besar mendukung kesehatan. Bedanya olahraga dan aktivitas fisik biasa adalah olahraga dilakukan teratur danterukur,” jelasnya. Keteraturan aktivitas olahraga dilihat berdasarkan aspek frekuensi, durasi, intensitas, jenis (meningkatkan stamina atau peregangan) dan jumlah. Jika ini dijalankan konsisten, bisa berdampak positif bagi tubuh.

Deteksi Pendeteksian penyakit ginjal bisa diawali dengan tes urin. Langkah ini paling disarankan bagi penderita diabetes dan hipertensi. Walau tidak menutup kemungkinan, disarankan juga bagi masyarakat umum yang tidak memiliki riwayat kedua penyakit tersebut.

“Pendeteksian penyakit ini relatif mudah dan cepat, berbeda dengan kanker yang lebih mendalam. Jadi disarankan segera dilakukan,” ucap dr Riri. Dari hasil deteksi akan dilihat kandungan urin. Idealnya, yang keluar dari urin adalah racun. Sedangkan zat gula dan protein menetap dalam tubuh. Jadi ketika ada zat gula, protein, bahkan darah yang ikut keluar maka ini indikasi ginjal terganggu.

Acara ini dibuka dan turut dihadiri Direktur Utama RS USU dr. Azwan Hakmi Lubis, Direktur Diklat, Penelitian dan Kerjasama dr Sake Juli Martina, SP.F.K, Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Dr dr Nazaruddin Umar, Sp.An,.KNA staf dokter dan beberapa pasien haemodialisis rumah sakit tersebut. Sebagai rangkaian kegiatan Hari Ginjal Sedunia, RS USU menggalakkan edukasi kesehatan ginjal dengan menyebarkan selebaran informasi peduli kesehatan ginjal sejak dini ke beberapa titik di sekitar kampus tersebut.

Saat memberi sambutan Dirut dr Azwan Hakmi Lubis mengingatkan para pasien dan keluarga pasien serta warga yang hadir untuk menjaga ginjalnya. Selain itu, Dirut juga menyatakan, RS USU sangat terbuka untuk masukan dari warga.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Trik Berfoto Untuk Si Kaki Jenjang
Trends - Jumat, 18 Agustus 2017 - 14:04 WIB

Trik Berfoto Untuk Si Kaki Jenjang

Siapa yang tak ingin memiliki tubuh yang ideal, idealnya tubuh sesorang terlihat dari tinggi badan nya, tinggi badan seseorang terletak ...
Yuk Tebak-Tebakan HUT Kemerdekaan Dibawah Ini
Trends - Rabu, 16 Agustus 2017 - 20:50 WIB

Yuk Tebak-Tebakan HUT Kemerdekaan Dibawah Ini

Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus, biasanya dirayakan dengan upacara bendera maupun diadakan beragam perlombaan.Beragam ...
Bubur Manado Makanan Saat Sakit
Food - Rabu, 16 Agustus 2017 - 10:50 WIB

Bubur Manado Makanan Saat Sakit

Setiap hari melakukan aktifitas fisik yang kuat dan sehat adalah fisik yang tidak mudah sakit. Kesehatan dalam hidup sangatlah ...
Penyebab Rambut Rontok Dan Tipis
Woman - Selasa, 15 Agustus 2017 - 16:31 WIB

Penyebab Rambut Rontok Dan Tipis

Rambut adalah mahkota wanita yang harus dirawat dan di jaga kealamiannya, karna kecantikan wanita dilihat dari bentuk rambutnya semangkin panjang ...
Nah, Ini Cara Untuk Fashion Yang Lebih Elegant
Style - Selasa, 15 Agustus 2017 - 14:32 WIB

Nah, Ini Cara Untuk Fashion Yang Lebih Elegant

Gaya orang dalam berpakaian sebenarnya adalah hak masing-masing individu. Mau bergaya feminin, edgy, quirky, atau cuek: semuanya terserah kamu. Tapi ...
Makanan Mentah Yang Beresiko Tinggi
Food - Selasa, 15 Agustus 2017 - 11:30 WIB

Makanan Mentah Yang Beresiko Tinggi

Banyak makanan yang diluar yang enak dan sehat, tetapi tidak semua makanan diluar banyak yang sehat juga, makanan yang sehat ...