Sabtu, 20 Januari 2018 | 06.15 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Indonesia Negara Kedua Terbanyak Penderita TBC

Indonesia Negara Kedua Terbanyak Penderita TBC

Senin, 8 Mei 2017 - 02:05 WIB

IMG-675

Fasilitas pengendalian TB (kininews/doc)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek mengatakan saat ini Indonesia menduduki peringkat nomor dua terbanyak penderita tuberkulosis atau TBC setelah India.

Dalam dialog bersama direktur rumah sakit se-Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Minggu (7/5), Nila meminta seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan turut sungguh-sungguh berupaya menurunkan angka penderita TBC di Indonesia.

“Saat saya pergi ke beberapa negara, saya ditegur, kenapa banyak warga Indonesia yang terkena TBC, seperti TKI di Malaysia, terpaksa harus dipulangkan karena TBC,” kata Nila seperti dilansir Antara.

Nila menilai kondisi itu perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait untuk segera mengatasinya, bukan hanya pada pasien yang masuk rumah sakit, tetapi juga harus dilakukan intervensi sampai ke keluarganya.

“Begitu ada pasien TBC masuk rumah sakit, hampir bisa dipastikan anggota keluarga lainnya juga akan terkena penyakit tersebut, selanjutnya akan segera bergiliran anggota keluarga tersebut dirujuk ke rumah sakit,” kata Nila.

Nila mengatakan pencegahan bisa dilakukan antara lain dengan melakukan kunjungan secara rutin ke rumah masyarakat guna memastikan bahwa tempat tinggal mereka memiliki sanitasi yang baik sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan.

Selain itu tambahnya, perlu dilakukan pemetaan masalah di masing-masing daerah untuk memastikan penyakit-penyakit apa yang kini berkembang di daerah.

Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis.

Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur dan terinhalasi oleh orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

TB termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2015, Indonesia termasuk dalam 6 besar negara dengan kasus baru TB terbanyak.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Cilok bumbu di mega proyek Bandara Kertajati
Food - Sabtu, 13 Januari 2018 - 20:42 WIB

Cilok bumbu di mega proyek Bandara Kertajati

Biasanya, cilok jajanan berbentuknya bulat, kecil, ditemui sebagai jajanan anak SD.Namun, anda akan heran jika nemuin cilok di kawasan Bandara ...
Viral pengantin pria ini pingsan usai peluk sang mantan nyanyi di pernikahannya
Trends - Jumat, 12 Januari 2018 - 14:25 WIB

Viral pengantin pria ini pingsan usai peluk sang mantan nyanyi di pernikahannya

Video seorang pengantin pria pingsan di hari pernikahannya viral di media sosial.Dalam video yang diunggah sejumlah akun media sosial itu ...
Kaya Manfaat, Bumil Jangan Ragu Konsumsi Manggis
Health - Selasa, 9 Januari 2018 - 08:54 WIB

Kaya Manfaat, Bumil Jangan Ragu Konsumsi Manggis

Masa kehamilan adalah masa dimana tubuh butuh nutrisi lebih untuk janin yang ada dalam perut berkembang dengan baik.Untuk itu para ...
Wah! Anak Kidal Bisa Terlihat dari Pantauan USG
Health - Senin, 8 Januari 2018 - 10:58 WIB

Wah! Anak Kidal Bisa Terlihat dari Pantauan USG

Anak yang berbakat kidal atau dominan menggunakan tangan dan kaki kiri ternyata sudah dapat dideteksi sejak dalam kandungan.Bahkan bakat kidal ...
Resiko Lebih Besar, Inilah Kenapa Wanita Harus Berhenti Merokok Sekarang
Health - Selasa, 2 Januari 2018 - 10:10 WIB

Resiko Lebih Besar, Inilah Kenapa Wanita Harus Berhenti Merokok Sekarang

Industri rokok di Indonesia menyasar setiap orang baik pria maupun wanita di berbagai kalangan dan umur. Terlebih di era modern, ...
Hore! Zodiak Ini Akan Terbebas dari Status Jomblo di 2018
Trends - Rabu, 27 Desember 2017 - 11:20 WIB

Hore! Zodiak Ini Akan Terbebas dari Status Jomblo di 2018

Status jomblo bukanlah masalah bagi sejumlah orang. Namun bagi sebagian lainnya, status jomblo dianggap menyebalkan seperti kutukan.Sehingga tak jarang seorang ...