Minggu, 25 Februari 2018 | 14.14 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Hati-hari Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Hati-hari Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Reporter : Ary Syahputra | Kamis, 20 Juli 2017 - 14:00 WIB

IMG-709

Ilustrasi makan buah dan sayur (kininews/ist)

kini.co.id – Riset Kesehatan Dasar 2013 membuktikan 93 persen masyarakat berusia 10 tahun ke atas minim mengonsumsi buah dan sayur. Tapi, kesannya tak masalah tapi kekurangan asupan sayur dan buah bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Dokter spesialis gizi klinik dari RSCM, Fiastuti Witjaksono menyebutkan, buah dan sayur sangat diperlukan oleh tubuh. Seperti, vitamin, mineral, anti oksidan, serat, zat-zat gizi dari tumbuhan hingga cairan.

Karena fungsi serat dari sayuran guna menjaga kadar gula darah di dalam tubuh. Kadar gula tidak akan mengalami peningkatan yang drastis jika Anda mengkonsumsi sayur dengan cukup.

“Serat larut akan membantu penyerapan gula lebih lambat,” ucap Fiastuti.

Dia menyebutkan juga buah memiliki peran penting dalam membantu proses pencernaan. Kandungan prebiotik pada buah dapat membantu menjaga sel-sel usus agar dapat bekerja secara baik.

Sehingga kekurangan asupan sayur dan buah berpotensi menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti konstipasi atau sembelit.

Menurut data WHO dan FAO 2003 silam, kekurangan buah dan sayur bisa berakibat risiko kematian akibat sejumlah penyakit tidak menular (PTM). Misalnya, kematian akibat kanker saluran cerna karena kurang asupan buah dan sayur sebesar 14 persen, penyakit jantung koroner 11 persen dan stroke sebesar 9 persen.

Fiastuti menyarankan masyarakat mulai meningkatkan asupan sayur dan buah. Rekomendasi asupan sayur menurut Tumpeng Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan adalah 3-5 porsi perhari. Sedangkan rekomendasi asupan buah adalah 2-3 porsi per hari.

“Tapi pilih buah jangan yang terlalu manis seperti sawo, nangka atau klengkeng. Jambu biji

saya kira bagus sekali,” ujar Fiastuti.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:55 WIB

YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan kecolongan dalam kasus Albothyl yang telah dibekukan izin edarnya. ...
PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 11:14 WIB

PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl

Setelah pembekuan izin edar Albothyl yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), PT Pharos Indonesia menyatakan akan menarik peredaran ...
Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya
Trends - Sabtu, 10 Februari 2018 - 09:13 WIB

Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya

Banyak yang berpikir bahwa menjadi single atau jomblo bisa lebih hemat daripada yang sudah menikah.Sebab jomblo hanya akan membiayai dirinya ...
Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba
Health - Senin, 5 Februari 2018 - 09:59 WIB

Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba

"Ayam berkokok di atas genteng, gak merokok gak ganteng."Pepatah demikian seringkali terdengar dari mulut para remaja yang menggandrungi rokok.Rokok nyatanya ...
Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter
Woman - Sabtu, 3 Februari 2018 - 10:10 WIB

Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter

Tingkah Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya kembali menghebohkan dan viral di media sosial. Beberapa waktu lalu, video Iti Octavia ...
Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?
Style - Senin, 29 Januari 2018 - 11:17 WIB

Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?

Diawal tahun ini Olympic City ingin melibatkan masyarakat umum khususnya anak muda memberikan wadah untuk Mengembangkan ide kreatifitas dalam bentuk pembuatan desain Mascot Competition. Sesuai ...