Rabu, 22 November 2017 | 21.35 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Hati-hari Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Hati-hari Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Reporter : Ary Syahputra | Kamis, 20 Juli 2017 - 14:00 WIB

IMG-709

Ilustrasi makan buah dan sayur (kininews/ist)

kini.co.id – Riset Kesehatan Dasar 2013 membuktikan 93 persen masyarakat berusia 10 tahun ke atas minim mengonsumsi buah dan sayur. Tapi, kesannya tak masalah tapi kekurangan asupan sayur dan buah bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Dokter spesialis gizi klinik dari RSCM, Fiastuti Witjaksono menyebutkan, buah dan sayur sangat diperlukan oleh tubuh. Seperti, vitamin, mineral, anti oksidan, serat, zat-zat gizi dari tumbuhan hingga cairan.

Karena fungsi serat dari sayuran guna menjaga kadar gula darah di dalam tubuh. Kadar gula tidak akan mengalami peningkatan yang drastis jika Anda mengkonsumsi sayur dengan cukup.

“Serat larut akan membantu penyerapan gula lebih lambat,” ucap Fiastuti.

Dia menyebutkan juga buah memiliki peran penting dalam membantu proses pencernaan. Kandungan prebiotik pada buah dapat membantu menjaga sel-sel usus agar dapat bekerja secara baik.

Sehingga kekurangan asupan sayur dan buah berpotensi menyebabkan beberapa masalah kesehatan seperti konstipasi atau sembelit.

Menurut data WHO dan FAO 2003 silam, kekurangan buah dan sayur bisa berakibat risiko kematian akibat sejumlah penyakit tidak menular (PTM). Misalnya, kematian akibat kanker saluran cerna karena kurang asupan buah dan sayur sebesar 14 persen, penyakit jantung koroner 11 persen dan stroke sebesar 9 persen.

Fiastuti menyarankan masyarakat mulai meningkatkan asupan sayur dan buah. Rekomendasi asupan sayur menurut Tumpeng Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan adalah 3-5 porsi perhari. Sedangkan rekomendasi asupan buah adalah 2-3 porsi per hari.

“Tapi pilih buah jangan yang terlalu manis seperti sawo, nangka atau klengkeng. Jambu biji

saya kira bagus sekali,” ujar Fiastuti.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Riset kesehatan sebagai ‘kultur’ Ajinomoto
Food - Rabu, 22 November 2017 - 17:52 WIB

Riset kesehatan sebagai ‘kultur’ Ajinomoto

Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa Ajinomoto Co hanya fokus pada pembuatan penyedap makanan, meski hal itu benar namun banyaknya ...
Buat kamu calon pengantin, Grandkemang Jakarta tawarkan honeymoon ke Bali gratis
Style - Minggu, 19 November 2017 - 11:10 WIB

Buat kamu calon pengantin, Grandkemang Jakarta tawarkan honeymoon ke Bali gratis

Dalam menyambut helatan Wedding Celebration Festival (WCF) 2017 yang akan berlangsung pada 24-26 November di Jakarta Convention Center (JCC). Grandkemang ...
Pasar fashion hijab di Indonesia menjanjikan
Style - Sabtu, 18 November 2017 - 12:22 WIB

Pasar fashion hijab di Indonesia menjanjikan

Presiden Jokowi memberikan isyarat bagi keluarga besar alumni Himpunan Mahasiswa Islam mengenai peluang industri fashion hijab.Pemerintah kata Jokowi sedang memberikan ...
Psikolog: LGBT Bisa Lebih Posesif dari Pasangan Normal
Hikmah - Sabtu, 18 November 2017 - 09:52 WIB

Psikolog: LGBT Bisa Lebih Posesif dari Pasangan Normal

Banyaknya kasus pembunuhan akibat kecemburuan oleh pasangan sejenis seringkali membuat miris.Teranyar, pembunuhan laki-laki di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, yang ...
Dunia adalah perhiasan dan wanita puncak kesenangan
Hikmah - Kamis, 16 November 2017 - 19:49 WIB

Dunia adalah perhiasan dan wanita puncak kesenangan

Hakikat kecantikan seorang perempuan, bukan Ia yang gemar bersolek, memanjakan diri untuk menarik perhatian lawan jenis. Karena perempuan yang dianggap ...
Bahaya intai dari obat nyamuk bakar
Health - Senin, 13 November 2017 - 02:16 WIB

Bahaya intai dari obat nyamuk bakar

Demi mengusir nyamuk, masyarakat masih banyak menggunakan obat nyamuk bakar. Selain harganya juga murah, obat nyamuk bakar cukup ampuh dalam ...