Kamis, 14 Desember 2017 | 01.26 WIB
KiniNEWS>Gaya>Trends>Digambarkan Hidup Enak, Begini Penderitaan Aktor Film Dewasa

Digambarkan Hidup Enak, Begini Penderitaan Aktor Film Dewasa

Reporter : Bambang Medy | Kamis, 27 Juli 2017 - 08:36 WIB

IMG-712

Syuting film dewasa. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Menjalani profesi sebagai pemeran film dewasa kadang-kadang dianggap gampang bahkan diidamkan sebagian orang.

Bagaimana tidak, mereka dibayar hanya untuk melakukan seks yang notabene bisa dilakukan siapa saja. Banyak orang menilai para aktor film syur mencari uang dengan mudah hanya dengan menyalurkan nafsu dan malah digaji.

Padahal kenyataannya kehidupan para pemeran film dewasa tak sepenuhnya seperti itu. Mereka juga dibayangi oleh kesulitan hingga beban mental di tengah masyarakat. Selain itu mereka juga tak jarang mendapatkan bayaran yang biasa saja.

Gaji

Di Amerika, pemain film dewasa bisa digaji Rp26 juta sekali show. Namun itu bagi yang berpengalaman. Dan ada bonus Rp6 juta ketika mereka bersedia main dengan sesama jenis. Untuk pemula mereka hanya dibayar Rp1,9 juta. Bahkan di Jepang para pemula ada yang dibayar Rp300 ribu loh.

Seks yang Menyakitkan

Sepertinya publik sudah tahu bahwa ekspresi nikmat dari pemain film dewasa itu adalah “fake”. Mereka sengaja berekspresi demikian agar seolah menikmati permainan.

Faktanya banyak adegan justru yang bisa menyakiti mereka seperti pemerkosaan beramai-ramai, pengikatan, atau penggunaan alat-alat.

Terlebih, layaknya pembuatan film lain, setiap adegan tidak bisa dilakukan hanya dengan satu kali take, melainkan berulang-ulang.

Dilecehkan di Dunia Nyata

Profesinya sebagai pemain film dewasa khususnya perempuan mengakibatkan mereka dianggap murahan oleh masyarakat bukan artis.

Tak jarang mereka menerima pelecehan dari masyarakat. Sebagian justru dilecehkan oleh fans mereka sendiri. Mereka dianggap bisa dipakai siapapun.

Yang menyedihkan, laporan mereka pun tidak digubris polisi akibat profesinya itu.

Penyakit Berbahaya

Banyak pemain film dewasa yang terkena penyakit mulai dari herpes, kencing nanah hingga HIV/Aids.

Mantan aktris porno Sharon Mitchell yang juga merupakan pendiri Adult Industry Medical Healthcare menyebut 66 persen pemain film dewasa terkena herpes, 12-28 persen penyakit kelamin dan 7 persen terkena HIV.

“Mereka terancam terkena penyakit mematikan. Sama sekali tak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan,” ujarnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Jam lima sore adalah waktu Uber banyak di pesan di Indonesia
Trends - Rabu, 13 Desember 2017 - 15:33 WIB

Jam lima sore adalah waktu Uber banyak di pesan di Indonesia

Perusahaan rintisan daring transportasi, Uber, merilis tren mobilitas, pola penggunaan dari masing-masing penumpang sepanjang 2017.Uber, dalam menemani perjalanan warga dunia ...
Jamuan tahu campur menteri Imam Nahrawi
Food - Senin, 11 Desember 2017 - 18:36 WIB

Jamuan tahu campur menteri Imam Nahrawi

Peserta Kirab Pemuda Indonesia 2017 yag dijamu di rumah dinas Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, di Jalan Widya Chandra, ...
Cantiknya wanita suku Tajik di China, ga ada sipit-sipitnya
Woman - Senin, 4 Desember 2017 - 08:03 WIB

Cantiknya wanita suku Tajik di China, ga ada sipit-sipitnya

Dengan penduduk sekitar 30.000 jiwa, suku Tajik tinggal di kota Tashkurgan yang terletak di dataran pegunungan Pamir di sepanjang perbatasan ...
Ketika Al Liwa dan ar Rayah masih jadi nyinyiran
Hikmah - Minggu, 3 Desember 2017 - 09:04 WIB

Ketika Al Liwa dan ar Rayah masih jadi nyinyiran

Dalam reuni 212 di Monas, Sabtu (2/12) kemarin, ratusan bendera tauhid baik berwarna hitam maupun putih berkibar di tengah-tengah lautan ...
Tipe – tipe netizen, yang terakhir bikin sakit kepala
Trends - Jumat, 1 Desember 2017 - 17:45 WIB

Tipe – tipe netizen, yang terakhir bikin sakit kepala

Dijaman secanggih ini nih apa - apa share di sosial media entah itu cuman curhat, foto, video, berita dan lainnya. ...
Olympic Furniture “Ekspansi” ke bsnis property
Trends - Kamis, 30 November 2017 - 16:38 WIB

Olympic Furniture “Ekspansi” ke bsnis property

Bertepatan dengan hari Bangkit Olympic Group yang digelar setiap tanggal 29 November, Olympic City menggelar acara peletakan batu pertama atau groundbreaking infrastruktur ...