Senin, 23 Oktober 2017 | 03.54 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Ingat! Jangan Letakkan Makanan Terbuka Kalau Tak Mau Makan Belatung

Ingat! Jangan Letakkan Makanan Terbuka Kalau Tak Mau Makan Belatung

Reporter : Rini Siregar | Senin, 31 Juli 2017 - 13:09 WIB

IMG-716

Belatung anak lalat. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Belatung merupakan binatang menjijikkan yang tiba-tiba bisa muncul di makanan. Padahal makanan tersebut belum busuk tapi kok bisa berulat?

Asal-usul belatung itu bisa jadi dari lalat yang baru menghinggapi makanan. Ya, makanan yang dibiarkan terbuka merupakan santapan kegemaran lalat.

Lalat bukan saja memakan makanan itu, tapi juga meninggalkan bonus berupa belatung atau anak lalat dengan jumlah yang banyak. Yuck!

Lalat betina dapat bertelur dalam sehari 50-150 butir. Telur-telur ini akan menetas dalam waktu 1×24 jam.

Dan biasanya lalat akan mencari tempat yang dapat menyediakan makanan saat telur tersebut menetas menjadi larva, paling tidak untuk 7 hari kedepan. Setelah seminggu larva akan berubah menjadi pupa (seperti kepompong pada kupu-kupu), sebelum menjadi lalat yang sempurna.

Kebanyakan lalat juga membawa ulat-ulat yang sudah menetas dalam perutnya dan meninggalkannya di makanan yang mereka hinggapi. Sehingga jangan heran jika Anda menemukan atau tak sengaja memakan ulat meskipun makanan itu masih baru.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Berbicara soal mengatakasi belatung, berarti bicara bagaimana mengatasi lalat. Pastikan rumah Anda bersih dan bebas lalat.

Pasanglah kawat nyamuk, agar lalat tak bebas keluar masuk rumah. Jangan lupa, pakailah sangi, atau penutup makanan agar makanan tidak dihinggapi lalat dan serangga lain. Jangan biarkan makanan diletakkan di tempat terbuka tanpa penutup.

Kebersihan lingkungan juga yang paling utama. Rajinlah membersihkan rumah dan membuang sampah. Semprot rumah secara teratur dengan racun serangga, begitu juga tong sampah yang sudah kosong. Semprotkan racun serangga sehingga larva lalat juga ikut mati.

Jangan biarkan sampah di rumah kamu menumpuk terlalu lama (apalagi sampah basah) sampai berbau.

Penyakit dari Lalat

Beberapa penyakit menular dapat disebarkan oleh lalat yang berterbangan di makanan Anada. Diantaranya Disentri.

Disentri adalah peradangan usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar. Pesakit akan membuang air besar sehingga berulang-ulang boleh menyebabkan pe\nderita kehilangan banyak cairan dan darah. Penyebab disentri adalah infeksi parasit ENTAMOEBA HISTOLYTICA yang menyebabkan disentri amuba dan infeksi bakteria golongan SHIGELLA yang menjadi penyebab DISENTRI BASILER.

Selain itu, lalat juga bisa membawa diare. Di dunia ke-3, diare adalah penyebab utama kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 1.5 juta orang per tahun.

Keadaan ini merupakan gejala dari luka, alergi (fruktose, laktose), makanan yang asam, pedas atau bersantan secara berlebihan. Kebanyakkan diare disebabkan oleh infeksi virus tetapi juga dikaitkan dengan racun bakteria.

Lalat juga menyebabkan demam Thypoid. Thypoid adalah infeksi sistemik yang menyerang saluran pencernaan. Sebelum abad ke-19 penyakit ini dianggap sama dengan tipus. Demam tipus merupakan salah satu bahagian thypoid. SALMONELLA THYPI dan PARATYPHI hanya menyerang manusia. Organisme ini menyerang melalui makanan atau air yang terdedah pada kotoran manusia yang terinfeksi.

Penyakit kolera juga merupakan penyakit yang dibawa lalat. Kolera adalah satu infeksi usus kecil bakteria VIBRO CHOLERAE. Bakteria kolera menghasilkan racun yang menyebabkan usus halus melepaskan sejumlah besar cairan yang banyak mengandungi garam dan mineral kerana bakteria sensitif terhadap asam.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Anda jomblo cobain deh martabak mertua, kali aja dapat jodoh !
Food - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 21:19 WIB

Anda jomblo cobain deh martabak mertua, kali aja dapat jodoh !

Sudah pernah dengar belum kuliner Martabak Mertua ? Martabak ini sangat cocok dicicipi untuk anda para jomblo-jomblo yang kesepian. Martabak ...
Delapan hunian pilihan ini seharga Mitsubsihi Xpander
Style - Jumat, 20 Oktober 2017 - 11:31 WIB

Delapan hunian pilihan ini seharga Mitsubsihi Xpander

Bagi anda pasangan muda tentu menjadi dilema ketika baru menjalani rumah tangga soal pilihan antara membeli mobil dulu atau rumah. ...
Menyiapkan generasi sehat dengan mencuci tangan
Health - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 13:25 WIB

Menyiapkan generasi sehat dengan mencuci tangan

Membiasakan anak-anak mencuci tangan memakai sabun dan di bawah air mengalir, adalah satu dari cara mudah menjaga kesehatan. Bila semenjak ...
Selain Maag, Ini Penyakit yang Akan Muncul Jika Hobi Melewatkan Sarapan
Health - Rabu, 11 Oktober 2017 - 09:24 WIB

Selain Maag, Ini Penyakit yang Akan Muncul Jika Hobi Melewatkan Sarapan

Sarapan merupakan sumber nutrisi saat memulai aktifitas di awal hari.Namun tak jarang, sarapan justru terlewat dengan berbagai alasan.Padahal banyak artikel ...
Studi: Kegagalan Pria Lebih Besar di Pernikahan Kedua
Trends - Senin, 9 Oktober 2017 - 17:24 WIB

Studi: Kegagalan Pria Lebih Besar di Pernikahan Kedua

Kegagalan dalam pernikahan tak jarang terjadi. Dan sering pula, orang memulai kehidupan baru dengan menikah lagi dengan orang lain.Sayangnya, banyak ...
Kaki Sering Kram Mungkin Ini Penyebabnya
Health - Jumat, 6 Oktober 2017 - 15:19 WIB

Kaki Sering Kram Mungkin Ini Penyebabnya

Saat sedang berlari mungkin pernah mengalami kaki yang kram atau pun yang membuat pergerakan lari tidak nyaman, nah yang sering ...