Minggu, 25 Februari 2018 | 14.12 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Weekend Tapi di Tempat Tidur Terus, Ini Sebabnya

Weekend Tapi di Tempat Tidur Terus, Ini Sebabnya

Reporter : Rini Siregar | Sabtu, 19 Agustus 2017 - 13:09 WIB

IMG-805

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Weekend adalah surga bagi pekerja sebab bisa bersantai ria sepuasnya. Tak jarang weekend dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas menyenangkan seperti travelling atau hang out dengan teman-teman.

Namun tak jarang pula, weekend justru dihabiskan dengan berada di tempat tidur sepanjang hari.

Mengapa?

Tubuh yang terbiasa terjaga selama bekerja merasa lelah sehingga jika libur tiba, tubuh merasa relaks dan ingin istirahat lebih lama.

Itu untuk membayar kekurangan jam tidur di hari kerja yang biasanya tidur kurang dari 6 jam per hari.

Bila mengacu pada standar tidur ideal, manusia dianggap cukup tidur bila dia tidur selama 7 sampai 9 dalam semalam.

Tentu saja, kekurangan tidur akan berdampak buruk pada kesehatan manusia. Kurang istirahat bisa membuat orang lemas dan tidak fit di awal pekan hari kerja.

Selain itu masalah lebih serius dapat juga terjadi saat orang kurang tidur.

Dikutip dari Huffington Post, Sabtu (19/8/2017), penelitian baru dari Universitas Rochester mengatakan ketika tidur, otak akan menghilangkan protein beracun dari neuron yang merupakan hasil dari aktivitas saraf saat terjaga.

Jika tubuh tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup, protein beracun tersebut tetap berada di otak dan menimbulkan gangguan dalam berpikir.

Itulah sebabnya orang yang kurang tidur sulit berkonsentrasi bahkan cenderung emosian.

Divisi Pengobatan Tidur di Harvard Medical School, mengatakan kurang tidur juga memperburuk suasana hati, mengurangi kemampuan fokus, dan mengurangi akses ke otak.

Semakin Anda mendapatkan tidur di atas 7 jam per hari, maka risiko tekanan darah tinggi pun berkurang.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:55 WIB

YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan kecolongan dalam kasus Albothyl yang telah dibekukan izin edarnya. ...
PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 11:14 WIB

PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl

Setelah pembekuan izin edar Albothyl yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), PT Pharos Indonesia menyatakan akan menarik peredaran ...
Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya
Trends - Sabtu, 10 Februari 2018 - 09:13 WIB

Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya

Banyak yang berpikir bahwa menjadi single atau jomblo bisa lebih hemat daripada yang sudah menikah.Sebab jomblo hanya akan membiayai dirinya ...
Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba
Health - Senin, 5 Februari 2018 - 09:59 WIB

Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba

"Ayam berkokok di atas genteng, gak merokok gak ganteng."Pepatah demikian seringkali terdengar dari mulut para remaja yang menggandrungi rokok.Rokok nyatanya ...
Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter
Woman - Sabtu, 3 Februari 2018 - 10:10 WIB

Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter

Tingkah Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya kembali menghebohkan dan viral di media sosial. Beberapa waktu lalu, video Iti Octavia ...
Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?
Style - Senin, 29 Januari 2018 - 11:17 WIB

Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?

Diawal tahun ini Olympic City ingin melibatkan masyarakat umum khususnya anak muda memberikan wadah untuk Mengembangkan ide kreatifitas dalam bentuk pembuatan desain Mascot Competition. Sesuai ...