Minggu, 18 Februari 2018 | 07.47 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Fakta! Perselingkuhan Merusak Mental

Fakta! Perselingkuhan Merusak Mental

Reporter : Rini Siregar | Jumat, 25 Agustus 2017 - 09:02 WIB

IMG-814

Ilustrasi selingkuh (ist)

Jakarta, kini.co.id – Perselingkuhan merupakan hal terlarang namun banyak yang melakukannya. Sanking maraknya, perselingkuhan dianggap sebagai bumbu kehidupan yang tak terelakkan.

Bahkan sejumlah orang menganggap perselingkuhan bukanlah kesalahan karena mereka merasa lebih baik atau lebih nyaman ketimbang bersama pasangan resminya. Sehingga mereka berubah menjadi merasa tak bersalah, mereka bahkan menyalahkan pasangan dan orang yang menudingnya karena selingkuh.

Tapi tahukah Anda, sikap merasa tak bersalah itu adalah bukti bahwa mental Anda telah rusak. Merasa perselingkuhan itu wajar, berarti Anda sakit secara mental.

Perceraian produser Hollywood, Kai Cole dengan Joss Whedon bisa dijadikan contoh.

Dari sebuah kalimat sederhana namun menyentuh atas apa ia alami, dituangkan di Twitter. Perceraian yang terjadi akibat perselingkuhan.

“Hal yang paling mengejutkan terjadi pada saya dan banyak orang bereaksi keras atas kejadian itu. (Mereka memberi tekanan terhadap diri saya),” tulis Cole di Twitter.

Menanggapi itu, dilansir dari Psychologytoday, Jumat (25/8/2017), Ketua Departemen Filsafat di College of Staten Island, New York Mark D. White mengatakan Kai Cole berbicara dengan fasih sebagai seseorang berhianat.

Ia dikenal sebagai pembela wanita namun, sikapnya tak menunjukkan hal itu. Ia justru melakukan perselingkuhan yang jauh dari kata feminis.

“Terlepas dari tingkat pemahaman yang dia tahu, bahwa apa yang dilakukan itu salah, dia tidak pernah mengakui kemunafikan tersebut di dunia luar. Perilakunya telah menertawakan cita-cita feminisnya sendiri, sementara pada saat bersamaan, mengambil hak untuk membuat pilihan hidup yang berpijak pada kebenaran,” tulis White

Ia mengatakann bahaya sebenarnya dalam perzinahan adalah pengkhianatan, tapi ini bukan berarti hanya merusak janji pernikahan.

“Komentar di Twitter atas penyimpangan perilaku yang dilakukan pecundang yang berselingkuh dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental,” sambungnya.

Mirisnya, lanjut dia, kerusakan mental yang dimaksud terlihat dari cara peselingkuh membohongi pasangan dan menjaga agar pasangan tetap percaya bahwa mereka setia, baik dengan ucapan manis, hadiah-hadiah, atau bujukan.

Ketika ketahuan selingkuh, mereka dengan segala cara berargumen bahwa mereka tidak salah. Bahkan ketika kalah berargumen, mereka balik menyalahkan pasangan dan orang lain dan membenarkan perbuatannya sendiri.

“Mereka bukan membersihkan hati nurani tetapi malah tetap ingin dianggap benar. Tanpa berkata jujur pelaku terus menjalani hidup seolah tak pernah terjadi apa-apa,” katanya.

Pada akhirnya fakta dan bukti bicara atas apa yang telah dilakukan. Hukuman sosial menyerang sehingga menyudutkan pelaku.

“Mereka yang selingkuh, sedari awal menyangkal menunjukkan lemahnya diri. Tapi selanjutnya mental semakin hancur karena tekanan sosial,” jelasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:55 WIB

YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan kecolongan dalam kasus Albothyl yang telah dibekukan izin edarnya. ...
PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 11:14 WIB

PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl

Setelah pembekuan izin edar Albothyl yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), PT Pharos Indonesia menyatakan akan menarik peredaran ...
Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya
Trends - Sabtu, 10 Februari 2018 - 09:13 WIB

Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya

Banyak yang berpikir bahwa menjadi single atau jomblo bisa lebih hemat daripada yang sudah menikah.Sebab jomblo hanya akan membiayai dirinya ...
Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba
Health - Senin, 5 Februari 2018 - 09:59 WIB

Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba

"Ayam berkokok di atas genteng, gak merokok gak ganteng."Pepatah demikian seringkali terdengar dari mulut para remaja yang menggandrungi rokok.Rokok nyatanya ...
Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter
Woman - Sabtu, 3 Februari 2018 - 10:10 WIB

Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter

Tingkah Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya kembali menghebohkan dan viral di media sosial. Beberapa waktu lalu, video Iti Octavia ...
Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?
Style - Senin, 29 Januari 2018 - 11:17 WIB

Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?

Diawal tahun ini Olympic City ingin melibatkan masyarakat umum khususnya anak muda memberikan wadah untuk Mengembangkan ide kreatifitas dalam bentuk pembuatan desain Mascot Competition. Sesuai ...