Kamis, 14 Desember 2017 | 01.27 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Fakta! Perselingkuhan Merusak Mental

Fakta! Perselingkuhan Merusak Mental

Reporter : Rini Siregar | Jumat, 25 Agustus 2017 - 09:02 WIB

IMG-814

Ilustrasi selingkuh (ist)

Jakarta, kini.co.id – Perselingkuhan merupakan hal terlarang namun banyak yang melakukannya. Sanking maraknya, perselingkuhan dianggap sebagai bumbu kehidupan yang tak terelakkan.

Bahkan sejumlah orang menganggap perselingkuhan bukanlah kesalahan karena mereka merasa lebih baik atau lebih nyaman ketimbang bersama pasangan resminya. Sehingga mereka berubah menjadi merasa tak bersalah, mereka bahkan menyalahkan pasangan dan orang yang menudingnya karena selingkuh.

Tapi tahukah Anda, sikap merasa tak bersalah itu adalah bukti bahwa mental Anda telah rusak. Merasa perselingkuhan itu wajar, berarti Anda sakit secara mental.

Perceraian produser Hollywood, Kai Cole dengan Joss Whedon bisa dijadikan contoh.

Dari sebuah kalimat sederhana namun menyentuh atas apa ia alami, dituangkan di Twitter. Perceraian yang terjadi akibat perselingkuhan.

“Hal yang paling mengejutkan terjadi pada saya dan banyak orang bereaksi keras atas kejadian itu. (Mereka memberi tekanan terhadap diri saya),” tulis Cole di Twitter.

Menanggapi itu, dilansir dari Psychologytoday, Jumat (25/8/2017), Ketua Departemen Filsafat di College of Staten Island, New York Mark D. White mengatakan Kai Cole berbicara dengan fasih sebagai seseorang berhianat.

Ia dikenal sebagai pembela wanita namun, sikapnya tak menunjukkan hal itu. Ia justru melakukan perselingkuhan yang jauh dari kata feminis.

“Terlepas dari tingkat pemahaman yang dia tahu, bahwa apa yang dilakukan itu salah, dia tidak pernah mengakui kemunafikan tersebut di dunia luar. Perilakunya telah menertawakan cita-cita feminisnya sendiri, sementara pada saat bersamaan, mengambil hak untuk membuat pilihan hidup yang berpijak pada kebenaran,” tulis White

Ia mengatakann bahaya sebenarnya dalam perzinahan adalah pengkhianatan, tapi ini bukan berarti hanya merusak janji pernikahan.

“Komentar di Twitter atas penyimpangan perilaku yang dilakukan pecundang yang berselingkuh dapat berdampak serius terhadap kesehatan mental,” sambungnya.

Mirisnya, lanjut dia, kerusakan mental yang dimaksud terlihat dari cara peselingkuh membohongi pasangan dan menjaga agar pasangan tetap percaya bahwa mereka setia, baik dengan ucapan manis, hadiah-hadiah, atau bujukan.

Ketika ketahuan selingkuh, mereka dengan segala cara berargumen bahwa mereka tidak salah. Bahkan ketika kalah berargumen, mereka balik menyalahkan pasangan dan orang lain dan membenarkan perbuatannya sendiri.

“Mereka bukan membersihkan hati nurani tetapi malah tetap ingin dianggap benar. Tanpa berkata jujur pelaku terus menjalani hidup seolah tak pernah terjadi apa-apa,” katanya.

Pada akhirnya fakta dan bukti bicara atas apa yang telah dilakukan. Hukuman sosial menyerang sehingga menyudutkan pelaku.

“Mereka yang selingkuh, sedari awal menyangkal menunjukkan lemahnya diri. Tapi selanjutnya mental semakin hancur karena tekanan sosial,” jelasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Jam lima sore adalah waktu Uber banyak di pesan di Indonesia
Trends - Rabu, 13 Desember 2017 - 15:33 WIB

Jam lima sore adalah waktu Uber banyak di pesan di Indonesia

Perusahaan rintisan daring transportasi, Uber, merilis tren mobilitas, pola penggunaan dari masing-masing penumpang sepanjang 2017.Uber, dalam menemani perjalanan warga dunia ...
Jamuan tahu campur menteri Imam Nahrawi
Food - Senin, 11 Desember 2017 - 18:36 WIB

Jamuan tahu campur menteri Imam Nahrawi

Peserta Kirab Pemuda Indonesia 2017 yag dijamu di rumah dinas Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, di Jalan Widya Chandra, ...
Cantiknya wanita suku Tajik di China, ga ada sipit-sipitnya
Woman - Senin, 4 Desember 2017 - 08:03 WIB

Cantiknya wanita suku Tajik di China, ga ada sipit-sipitnya

Dengan penduduk sekitar 30.000 jiwa, suku Tajik tinggal di kota Tashkurgan yang terletak di dataran pegunungan Pamir di sepanjang perbatasan ...
Ketika Al Liwa dan ar Rayah masih jadi nyinyiran
Hikmah - Minggu, 3 Desember 2017 - 09:04 WIB

Ketika Al Liwa dan ar Rayah masih jadi nyinyiran

Dalam reuni 212 di Monas, Sabtu (2/12) kemarin, ratusan bendera tauhid baik berwarna hitam maupun putih berkibar di tengah-tengah lautan ...
Tipe – tipe netizen, yang terakhir bikin sakit kepala
Trends - Jumat, 1 Desember 2017 - 17:45 WIB

Tipe – tipe netizen, yang terakhir bikin sakit kepala

Dijaman secanggih ini nih apa - apa share di sosial media entah itu cuman curhat, foto, video, berita dan lainnya. ...
Olympic Furniture “Ekspansi” ke bsnis property
Trends - Kamis, 30 November 2017 - 16:38 WIB

Olympic Furniture “Ekspansi” ke bsnis property

Bertepatan dengan hari Bangkit Olympic Group yang digelar setiap tanggal 29 November, Olympic City menggelar acara peletakan batu pertama atau groundbreaking infrastruktur ...