Minggu, 18 Februari 2018 | 07.51 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Wajib Tahu! Begini Sistem Pelayanan Kesehatan Bayi dari BPJS

Wajib Tahu! Begini Sistem Pelayanan Kesehatan Bayi dari BPJS

Reporter : Ary Syahputra | Kamis, 14 September 2017 - 08:58 WIB

IMG-869

Ilustrasi tidur (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Proses kelahiran bayi adalah saat yang ditunggu-tunggu. Tak jarang pula hal-hal di luar dugaan yang berhubungan dengan kesehatan bayi terjadi.

Misalnya saat bayi lahir prematur, maka harus masuk ruangan khusus yang biayanya justru lebih mahal dari operasi si ibu.

Bahkan ada kabar beredar bayi yang baru lahir tidak mendapat jaminan dari BPJS, sehingga si ibu tercover sedangkan biaya perawatan bayinya di inkubator tidak.

Terkait itu Staf Ahli Direksi Bidang Komunikasi Publik dan Partisipasi Masyarakat BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi menegaskan pihaknya juga mengakomodir jaminan kesehatan bayi.

Namun ada ketentuan yang saat ini masih sedikit masyarakat mengetahuinya, sehingga kadang mendapat masalah ketika bayi baru lahir harus dirawat di rumahsakit.

Agar bayi tercover BPJS, kata Irfan, tentu orangtua harus mendaftarkannya.

Berikut ketentuannya:

Perserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)

Golongan ini dapat mendaftarkan bayinya ke BPJS begitu detak nadi sang bayi terasa dalam perut ibunya.

Adapun syaratnya adalah Keluarga (KK) dan surat keterangan medis yang menyatakan telah terdeteksi denyut jantung bayi di dalam kandungan.

Pembayaran akan dibebankan kepada orangtua setelah bayi lahir.

Golongan Pekerja Penerima Upah (PPU)

Golongan ini dapat mendaftarkqn bayinya saat lahir sampai 3 hari dari kelahiran bayi. Dan peserta dapat mendaftarkan anaknya hingga anak ke-3.

Golongan PBI

Golongan Penerima Bantuan Iuran (PBI) akan mendapatkan perlindungan otomatis untuk bayinya.

Hal itu sesuai dengan perundangan yang berlaku soal golongan PBI BPJS.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 12:55 WIB

YLKI nilai BPOM kecolongan soal uji obat

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan kecolongan dalam kasus Albothyl yang telah dibekukan izin edarnya. ...
PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl
Health - Sabtu, 17 Februari 2018 - 11:14 WIB

PT Pharos resmi tarik peredaran Albothyl

Setelah pembekuan izin edar Albothyl yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), PT Pharos Indonesia menyatakan akan menarik peredaran ...
Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya
Trends - Sabtu, 10 Februari 2018 - 09:13 WIB

Jomblo Lebih Boros dari yang Sudah Menikah, Ini Sebabnya

Banyak yang berpikir bahwa menjadi single atau jomblo bisa lebih hemat daripada yang sudah menikah.Sebab jomblo hanya akan membiayai dirinya ...
Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba
Health - Senin, 5 Februari 2018 - 09:59 WIB

Awas! Sebagian Besar Perokok Berawal dari Coba-coba

"Ayam berkokok di atas genteng, gak merokok gak ganteng."Pepatah demikian seringkali terdengar dari mulut para remaja yang menggandrungi rokok.Rokok nyatanya ...
Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter
Woman - Sabtu, 3 Februari 2018 - 10:10 WIB

Bupati Lebak kembali viral, panjat pohon durian setinggi lima meter

Tingkah Bupati Lebak, Banten, Iti Octavia Jayabaya kembali menghebohkan dan viral di media sosial. Beberapa waktu lalu, video Iti Octavia ...
Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?
Style - Senin, 29 Januari 2018 - 11:17 WIB

Olympic City gelar kompetisi maskot berhadiah puluhan juta tertarik ?

Diawal tahun ini Olympic City ingin melibatkan masyarakat umum khususnya anak muda memberikan wadah untuk Mengembangkan ide kreatifitas dalam bentuk pembuatan desain Mascot Competition. Sesuai ...