Jumat, 18 Januari 2019 | 01.44 WIB
KiniNEWS>Gaya>Woman>Mencabut Bulu Ketiak Bisa Menyebabkan Kanker Payudara

Mencabut Bulu Ketiak Bisa Menyebabkan Kanker Payudara

Reporter : Rini Siregar | Jumat, 22 September 2017 - 11:36 WIB

IMG-910

Mencabut Bulu Ketiak Bisa Menyebabkan Kanker Payudara

Jakarta, kini.co.id – Para wanita biasa nya sering melakukan aktifitas mencabut bulu ketiak, Wanita melakukan cabut bulu ketiak karna untuk memaksimalkan penampilan saat sedang memakai baju tak berlengan. keseringan mencabut bulu Ketiak bisa membuat tubuh bermasalah seperti Ketiak menjadi gelap dan bisa menimpulkan segala jenis penyakit.

Bulu ketiak berguna untuk melindungi ketiak dari zat kimia atau toxin yang hendak masuk dari luar tubuh. Pada ketiak terdapat kelenjar limfa yang memudahkan transportasi racun terutama yang hendak masuk ke payudara dan organ tubuh lainnya.

Salah satu penyebab mencabut bulu ketiak adalah Kanker payudara, Dr. Therese Bevers dari M.D. Anderson menjelaskan, dengan mencukur atau mencabuti bulu ketiak, maka akan timbul luka yang tak kasat mata serta pori-pori didaerah sekitar ketiak akan membesar. Hal tersebut, memungkinkan zat kimia dan toxin yang terkandung dalam berbagai produk seperti bedak, deodorant dan krim ketiak akan dengan mudah masuk ke kulit. Deodorant antiperspirant akan semakin mudah masuk ke kulit, karena zat antiperspirant mencegah keluarnya keringat yang mampu melunturkan toxin yang masuk. Akibatnya, toxin-toxin tersebut akan tertimbun pada payudara, yang kemudian dapat memicu timbulnya kanker. Sehingga tak heran jika aktivitas mencabuti bulu ketiak sering disangkut pautkan pada kanker payudara. Selain itu, racun-racun lain dari luar yang hendak masuk ke dalam tubuh, memungkinkan juga untuk memasuki organ tubuh lainnya seperi paru-paru, otak dan jantung.

Saat mencabut bulu ketiak, tanpa disadari biasanya terjadi luka dan pori-pori membesar. Luka tersebutlah yang memudahkan timbulnya penyakit, seperti bengkak, radang atau bernanah yang kemudian bisa juga terjadi infeksi. Kondisi tersebut akan berlangsung dalam jangka panjang dan iritasi yang terjadi akan lebih lama, hal tersebut bisa juga memicu terjadinya mutasi sel. Hal ini juga menjadi salah satu pemicu adanya resiko kanker payudara.

Editor: Rosdiana

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Hikmah - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:54 WIB

Minta maaf kepada pembenci, Ahok minta tidak usah disambut

BASUKI Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan gubernur DKI, segera akan menghirup udara bebas pada 24 Januari 2019. Tanggal tersebut sangat ...
Hikmah - Rabu, 16 Januari 2019 - 16:10 WIB

Ahok segera bebas, dia dijemput keluarga di Mako Brimob

BASUKI Tjahaja Purnama alias Ahok dijadwalkan bebas pada 24 Januari 2019 mendatang. Mantan Gubernur DKI itu akan keluar dari Mako ...
Health - Senin, 14 Januari 2019 - 10:29 WIB

Suka Tidur Pakai Kipas Angin, Ini Bahayanya

Kipas angin seringkali menjadi pilihan untuk menyejukkan ruangan selain Air Conditioner. Kipas angin yang lebih ekonomis dan juga praktis karena ...
Health - Senin, 14 Januari 2019 - 10:16 WIB

Anak Tidak Diimunisasi Benarkah Tetap Sehat?

Seiring pemerintah menggalakkan program imunisasi untuk anak-anak, muncul juga kaum yang berbeda pendapat.Menurut mereka, anak-anak mereka sehat-sehat saja meski tidak ...
Trends - Jumat, 11 Januari 2019 - 14:44 WIB

Diajak ML Sama Pacar, Begini Cara Menolaknya

Seks bebas seperti sudah menjadi makanan sehari-hari remaja di Indonesia. Mereka yang pacaran sudah gampang saja melakukan hubungan seks bagaikan ...
Style - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:20 WIB

Agnez Mo jadi artis Indonesia paling populer di Twitter pada 2018

MESKI saat ini tengah fokus dengan karier bermusiknya di Amerika Serikat, namun tak berarti popularitas Agnez Mo di Tanah Air ...