Jumat, 19 Oktober 2018 | 17.39 WIB
KiniNEWS>Gaya>Woman>Mencabut Bulu Ketiak Bisa Menyebabkan Kanker Payudara

Mencabut Bulu Ketiak Bisa Menyebabkan Kanker Payudara

Reporter : Rini Siregar | Jumat, 22 September 2017 - 11:36 WIB

IMG-910

Mencabut Bulu Ketiak Bisa Menyebabkan Kanker Payudara

Jakarta, kini.co.id – Para wanita biasa nya sering melakukan aktifitas mencabut bulu ketiak, Wanita melakukan cabut bulu ketiak karna untuk memaksimalkan penampilan saat sedang memakai baju tak berlengan. keseringan mencabut bulu Ketiak bisa membuat tubuh bermasalah seperti Ketiak menjadi gelap dan bisa menimpulkan segala jenis penyakit.

Bulu ketiak berguna untuk melindungi ketiak dari zat kimia atau toxin yang hendak masuk dari luar tubuh. Pada ketiak terdapat kelenjar limfa yang memudahkan transportasi racun terutama yang hendak masuk ke payudara dan organ tubuh lainnya.

Salah satu penyebab mencabut bulu ketiak adalah Kanker payudara, Dr. Therese Bevers dari M.D. Anderson menjelaskan, dengan mencukur atau mencabuti bulu ketiak, maka akan timbul luka yang tak kasat mata serta pori-pori didaerah sekitar ketiak akan membesar. Hal tersebut, memungkinkan zat kimia dan toxin yang terkandung dalam berbagai produk seperti bedak, deodorant dan krim ketiak akan dengan mudah masuk ke kulit. Deodorant antiperspirant akan semakin mudah masuk ke kulit, karena zat antiperspirant mencegah keluarnya keringat yang mampu melunturkan toxin yang masuk. Akibatnya, toxin-toxin tersebut akan tertimbun pada payudara, yang kemudian dapat memicu timbulnya kanker. Sehingga tak heran jika aktivitas mencabuti bulu ketiak sering disangkut pautkan pada kanker payudara. Selain itu, racun-racun lain dari luar yang hendak masuk ke dalam tubuh, memungkinkan juga untuk memasuki organ tubuh lainnya seperi paru-paru, otak dan jantung.

Saat mencabut bulu ketiak, tanpa disadari biasanya terjadi luka dan pori-pori membesar. Luka tersebutlah yang memudahkan timbulnya penyakit, seperti bengkak, radang atau bernanah yang kemudian bisa juga terjadi infeksi. Kondisi tersebut akan berlangsung dalam jangka panjang dan iritasi yang terjadi akan lebih lama, hal tersebut bisa juga memicu terjadinya mutasi sel. Hal ini juga menjadi salah satu pemicu adanya resiko kanker payudara.

Editor: Rosdiana

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Health - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:51 WIB

Ini daftar negara yang harapan usianya tertinggi, RI meningkat

KONDISI lingkungan yang terus turun, pola makan yang tidak sehat, dan juga stres merupakan tantangan bagi kesehatan manusia di era ...
Health - Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:37 WIB

Bawa bukti imuniasi anak jika mau ke Singapura

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) Singapura berencana menerapkan peraturan baru yang mengharuskan warga negara asing (WNA) untuk sudah memvaksinasi anaknya bila ingin ...
Hikmah - Kamis, 18 Oktober 2018 - 20:53 WIB

Segera akhiri hubungan, jika ada kekerasan fisik

KEKERASAN fisik yang terjadi di rumah tangga semakin marak terjadi. Namun, tindak kekerasan di luar ikatan perkawinan antara pasangan yang ...
Health - Kamis, 18 Oktober 2018 - 13:18 WIB

Hati-hati, rutin makan mi instan, pelajar 18 tahun meninggal

SEORANG siswa 18 tahun dilaporkan meninggal karena menderita kanker perut setelah mengonsumsi mi instan setiap malam.Dikutip dari news.seehua.com (16/10/2018) via ...
Woman - Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:27 WIB

Mengganggu Penampilan, Lakukan Treatment Sederhana Ini Agar Pori-Pori Mengecil

ori-pori besar sering membuat orang kesal. Selain mengganggu penampilan pori-pori besar juga bisa membuat kulit wajah bermasalah dan rentan kemasukan ...
- Rabu, 17 Oktober 2018 - 17:44 WIB

Cegah anak kecanduan gawai dimulai dari orangtua

KASUS kecanduan gawai sebetulnya berawal dari penggunaannya yang terlalu berlebihan dan tidak dibarengi sikap bijak menggunakan gawai. Banyak orang yang ...