Senin, 23 Oktober 2017 | 03.59 WIB
KiniNEWS>Gaya>Food>Ke Medan, jangan lupa berburu manisan buah

Ke Medan, jangan lupa berburu manisan buah

Jumat, 6 Oktober 2017 - 14:37 WIB

IMG-940

Manisan buah Medan. KiniNews/Dok

MEDAN, kini.co.id – Mengunjungi kota terbesar di Sumatra, belum lengkap bila tak menjajal kuliner setempat. Memang bukan rahasia lagi bila Medan menyimpan beragam kuliner yang wajib untuk dicoba.

Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah manisan buah. Makanan ini cukup mudah ditemukan, mulai dari toko oleh-oleh sampai dalam pasar tradisional.

Pasar Ramai yang berada di jalan M.H Thamrin, Pandau Hulu I, Medan Kota, Kota Medan sudah lama kesohor sebagai pusat manisan. Pedagangnya pun terlihat berjajar tak jauh dari pintu masuk.

Ada sekitar lima pedagang yang menyediakan berbagai macam manisan buah seperti mangga, jambu, pala, salak, cerry dan lainnya. Seluruh manisan yang dijajakan ditata rapi dalam wadah plastik bening. Para pedagang pun tidak sungkan-sungkan untuk memberikan tester produk guna memikat pengunjung. Jika ingin berburu manisan, Anda bisa datang sejak pukul 07.00-18.00 WIB.

Nita, salah satu pedagang mengaku, manisan biasanya diserbu pembeli menjelang tahun baru Imlek dan hari raya Idul Fitri. Penjualannya akan meningkat. “Pokoknya ramailah disini, berbeda dengan hari-hari biasa,” katanya dilansir kontan. Jenis manisan yang paling banyak dicari adalah mangga dan salak.

Harga manisan bisa berubah setiap harinya. Patokan harga ini menyesuaikan harga beli bahan baku yang juga kerap naik turun. Perempuan bermata sipit ini mengatakan, saat sedang tidak musim mangga, harga jual manisannya dapat naik sekitar 15%-20%. Saat itu, dia membandrol harga manisan mangganya sekitar Rp 60.000 sampai Rp 70.000 per kilogram.

Saat gerai tutup, para pedagang ini tak perlu repot memiliki kulkas atau membawa pulang kembali seluruh manisan yang tidak laku. Mereka hanya memindahkannya kedalam lemari. Nita bilang, air gula yang ada dalam manisan sudah menjadi pengawet alami.

Produknya pun dapat bertahan hingga tiga minggu. Meski tak disimpan dalam lemari pendingin. Asal tahu saja, usaha manisannya sudah dimulai dibuka lebih dari 20 tahun oleh orang tuanya. Kini, perempuan berambut sebahu ini menjadi penerus.

Kota Medan juga terkenal dengan manisan jambu. Sayangnya, tak banyak pedagang manisan di Pasar Ramai yang menjajakan jenis manisan ini. Nita bilang, ada teknik tersendiri untuk membuat manisan jambu.

Manisan jambu dari Medan bisanya terbuat dari jambu klutuk. Berbeda dengan jenis manisan lainnya, daya tahan manisan jambu terbatas. Biasanya, hanya sampai tiga hari tanpa pendingin.

Satu kantong manisan jambu cukup murah, yakni sekitar Rp15.000 lengkap dengan sambal atau garam cocolannya. Rasanya unik karena ada padu-padan manis dan asam, dengan tekstur renyah. Manisan ini memang cocok bila dijadikan teman melepas lelah saat siang atau sore hari. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Anda jomblo cobain deh martabak mertua, kali aja dapat jodoh !
Food - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 21:19 WIB

Anda jomblo cobain deh martabak mertua, kali aja dapat jodoh !

Sudah pernah dengar belum kuliner Martabak Mertua ? Martabak ini sangat cocok dicicipi untuk anda para jomblo-jomblo yang kesepian. Martabak ...
Delapan hunian pilihan ini seharga Mitsubsihi Xpander
Style - Jumat, 20 Oktober 2017 - 11:31 WIB

Delapan hunian pilihan ini seharga Mitsubsihi Xpander

Bagi anda pasangan muda tentu menjadi dilema ketika baru menjalani rumah tangga soal pilihan antara membeli mobil dulu atau rumah. ...
Menyiapkan generasi sehat dengan mencuci tangan
Health - Sabtu, 14 Oktober 2017 - 13:25 WIB

Menyiapkan generasi sehat dengan mencuci tangan

Membiasakan anak-anak mencuci tangan memakai sabun dan di bawah air mengalir, adalah satu dari cara mudah menjaga kesehatan. Bila semenjak ...
Selain Maag, Ini Penyakit yang Akan Muncul Jika Hobi Melewatkan Sarapan
Health - Rabu, 11 Oktober 2017 - 09:24 WIB

Selain Maag, Ini Penyakit yang Akan Muncul Jika Hobi Melewatkan Sarapan

Sarapan merupakan sumber nutrisi saat memulai aktifitas di awal hari.Namun tak jarang, sarapan justru terlewat dengan berbagai alasan.Padahal banyak artikel ...
Studi: Kegagalan Pria Lebih Besar di Pernikahan Kedua
Trends - Senin, 9 Oktober 2017 - 17:24 WIB

Studi: Kegagalan Pria Lebih Besar di Pernikahan Kedua

Kegagalan dalam pernikahan tak jarang terjadi. Dan sering pula, orang memulai kehidupan baru dengan menikah lagi dengan orang lain.Sayangnya, banyak ...
Kaki Sering Kram Mungkin Ini Penyebabnya
Health - Jumat, 6 Oktober 2017 - 15:19 WIB

Kaki Sering Kram Mungkin Ini Penyebabnya

Saat sedang berlari mungkin pernah mengalami kaki yang kram atau pun yang membuat pergerakan lari tidak nyaman, nah yang sering ...