Rabu, 22 November 2017 | 21.46 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Menyiapkan generasi sehat dengan mencuci tangan

Menyiapkan generasi sehat dengan mencuci tangan

Reporter : Rini Siregar | Sabtu, 14 Oktober 2017 - 13:25 WIB

IMG-948

Menyiapkan generasi sehat dengan mencuci tangan

Jakarta, kini.co.id – Membiasakan anak-anak mencuci tangan memakai sabun dan di bawah air mengalir, adalah satu dari cara mudah menjaga kesehatan. Bila semenjak dini terbiasa menjaga kebersihan, kebiasaan baik ini terbawa hingga dewasa dan diajarkan kepada anak keturunannya kelak.

Itulah semangat Reckitt Benckiser bekerjasama dengan Yayasan Sayangi Tunas Cilik (Save the Children) menyelenggarakan kampanye Give Life a Hand: Letter for Life, dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia 2017 (Global Hand Washing Day 2017).

Melalui kampanye Give Life a Hand: Letter for Life, Reckitt Benckiser mengajak anak-anak di seluruh Indonesia untuk menyebarkan pesan akan pentingnya mencuci tangan dengan sabun.

Melalui kegiatan sederhana dan mudah dilakukan yaitu membuat sabun dalam kertas surat, menuliskan ajakan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun, dan mengirimkannya kepada anak-anak lain di seluruh Indonesia yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas cuci tangan, diharapkan kesadaran masyarakat akan semakin meningkat.

Kampanye Give Life a Hand: Letter for Life ini merupakan salah satu program edukasi akan pentingnya cuci tangan dengan sabun yang menyasar anak-anak usia dini.

Program edukasi yang berada dalam naungan Misi Hidup Sehat bersama Dettol ini mengajak seluruh masyarakat, khususnya anak-anak untuk bersama-sama berikrar menjaga kesehatan dan kebersihan, dimulai dari mencuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas.

Data UNICEF yang tertuang dalam Prelimenary DRAFT Baseline Household Knowledge, Attitudes and Practices (KAP) of Sanitation and Hand Washing Practices Survey Results 2014 mengungkapkan bahwa 75,5% masyarakat Indonesia tidak mencuci tangan karena menganggap tangan mereka bersih.

Hari Cuci Tangan Sedunia merupakan hari yang secara global didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya mencuci tangan dengan sabun sebagai cara mudah, efektif, dan terjangkau untuk mencegah penyakit dan menyelamatkan nyawa.

Setiap tahunnya, Dettol memanfaatkan kesempatan ini untuk mewujudkan komitmen dalam membantu masyarakat untuk membuat hidup lebih sehat dan bahagia dengan mensosialisasikan gaya hidup sehat: cuci tangan dengan sabun, khususnya kepada anak-anak usia dini.

Steven Debrabandere, General Manager Reckitt Benckiser Indonesia mengatakan, bahwa pentingnya menanamkan perubahan perilaku sehat pada usia dini merupakan tindakan sederhana, mencuci tangan dengan sabun, dapat mencegah penyakit dan kematian.

“Hari Cuci Tangan Sedunia merupakan kesempatan bagi kami untuk menggelar sebuah acara yang dapat memberikan dampak positif, dan mengubah gaya hidup masyarakat menjadi lebih sehat dan higienis,” ungkapnya Sabtu (14/10).

Data Riset Kesehatan Dasar 2007 mengungkapkan bahwa di Indonesia, diare masih menjadi penyebab kematian anak, yaitu sebesar 31 persen di antara anak di bawah usia satu tahun dan 25 persen kematian anak usia antara satu hingga empat tahun.

Padahal, kata dia salah satu cara paling murah untuk mencegah kematian dan penyakit yang berhubungan dengan diare adalah cuci tangan dengan sabun. Menurut data WHO (2014), mencuci tangan dengan sabun dapat mengurangi 40% resiko diare dan 20% resiko infeksi saluran pernapasan akut, termasuk pneumonia.

“Kami ingin, tidak ada seorang anakpun meninggal karena sebab yang bisa dicegah. Untuk itu, dukungan dari berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan. Karenanya, kami menyambut baik kerjasama ini dan mengapresiasi langkah RB untuk turut berperan serta dalam membangun Indonesia yang lebih baik lagi, khususnya dalam membangun perilaku hidup sehat, membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun,” tandas Selina Sumbung, Ketua Pengurus Yayasan Sayangi Tunas Cilik.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Riset kesehatan sebagai ‘kultur’ Ajinomoto
Food - Rabu, 22 November 2017 - 17:52 WIB

Riset kesehatan sebagai ‘kultur’ Ajinomoto

Sebagian besar orang tidak menyadari bahwa Ajinomoto Co hanya fokus pada pembuatan penyedap makanan, meski hal itu benar namun banyaknya ...
Buat kamu calon pengantin, Grandkemang Jakarta tawarkan honeymoon ke Bali gratis
Style - Minggu, 19 November 2017 - 11:10 WIB

Buat kamu calon pengantin, Grandkemang Jakarta tawarkan honeymoon ke Bali gratis

Dalam menyambut helatan Wedding Celebration Festival (WCF) 2017 yang akan berlangsung pada 24-26 November di Jakarta Convention Center (JCC). Grandkemang ...
Pasar fashion hijab di Indonesia menjanjikan
Style - Sabtu, 18 November 2017 - 12:22 WIB

Pasar fashion hijab di Indonesia menjanjikan

Presiden Jokowi memberikan isyarat bagi keluarga besar alumni Himpunan Mahasiswa Islam mengenai peluang industri fashion hijab.Pemerintah kata Jokowi sedang memberikan ...
Psikolog: LGBT Bisa Lebih Posesif dari Pasangan Normal
Hikmah - Sabtu, 18 November 2017 - 09:52 WIB

Psikolog: LGBT Bisa Lebih Posesif dari Pasangan Normal

Banyaknya kasus pembunuhan akibat kecemburuan oleh pasangan sejenis seringkali membuat miris.Teranyar, pembunuhan laki-laki di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, yang ...
Dunia adalah perhiasan dan wanita puncak kesenangan
Hikmah - Kamis, 16 November 2017 - 19:49 WIB

Dunia adalah perhiasan dan wanita puncak kesenangan

Hakikat kecantikan seorang perempuan, bukan Ia yang gemar bersolek, memanjakan diri untuk menarik perhatian lawan jenis. Karena perempuan yang dianggap ...
Bahaya intai dari obat nyamuk bakar
Health - Senin, 13 November 2017 - 02:16 WIB

Bahaya intai dari obat nyamuk bakar

Demi mengusir nyamuk, masyarakat masih banyak menggunakan obat nyamuk bakar. Selain harganya juga murah, obat nyamuk bakar cukup ampuh dalam ...