Rabu, 20 Maret 2019 | 14.25 WIB
KiniNEWS>Gaya>>Cegah anak kecanduan gawai dimulai dari orangtua

Cegah anak kecanduan gawai dimulai dari orangtua

Rabu, 17 Oktober 2018 - 17:44 WIB

IMG-1036

Anak-anak bermain gawai ditemani orangtua.

kini.co.id – KASUS kecanduan gawai sebetulnya berawal dari penggunaannya yang terlalu berlebihan dan tidak dibarengi sikap bijak menggunakan gawai. Banyak orang yang memaksimalkan fungsi gawai, namun tak semua orang mencapai tahap kecanduan.

Jadi, fenomena kecanduan gawai adalah sesuatu yang sangat mungkin untuk dicegah. “Prevensi itu penting. Artinya, menggunakan gadget dan internet harus dengan bijak dan harus dimulai dari orangtuanya,” kata Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM-FKUI dr. Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ (K).

Beberapa tahapan pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Penggunaan bijak mulai dari orangtua

Penggunaan gawai secara bijak bisa dimulai dari orangtua. Menurut Siste, saat ini masih banyak orangtua yang asyik bermain gawai di depan anak-anaknya tanpa mempertimbangkan waktu yang tepat.

Padahal, orangtua sering kali menjadi contoh bagi anak dalam segala hal di kehidupannya. “Saat makan, kadang orangtua sibuk dengan gawai masing-masing. Padahal, pada momen tersebut sebenarnya anak remaja dan dewasa muda ingin curhat sama orangtuanya,” kata Siste.

2. Pengenalan gawai

Orangtua juga perlu mempertimbangkan usia yang tepat untuk mengenalkan gawai pada anak. Misalnya, menunda mengenalkan gawai pada anak yang berusia kurang dari satu tahun. Pada usia tersebut, orangtua diimbau untuk mengedepankan interaksi langsung.

Ia menyarankan, sebelum usia enam tahun orangtua tetap mendampingi anak saat menggunakan gawai. Games yang boleh dimainkan anak juga seharusnya lebih melatif aspek kognitif, bukan lebih banyak mengandung unsur agresivitas atau pornografi.

3. Tidak permisif

Kedua orangtua diharapkan memiliki sikap yang kompak terhadap anak dalam hal penggunaan gawai. Siste menuturkan, dirinya sering kali mendapatkan orangtua yang salah satunya sangat keras terhadap anak, sementara satunya lagi cenderung permisif.

Misalnya, ketika orangtua menetapkan waktu penggunaan gawai hanya 1 jam sehari, maka keduanya harus sepakat. “Jadi, anak akan mencari orangtua yang sangat permisif sama dia,” ujar Siste.

4. Membuat aturan khusus

Siste juga menganjurkan orangtua untuk membuat aturan khusus bagi anak soal penggunaan gawai. Misalnya, tidak memainkan gawai di tempat privat seperti kamar agar pemakaiannya lebih terkontrol oleh orangtua.

Hal lainnya adalah tidak menggunakan sambungan internet nirkabel di rumah dan memilih opsi sambungan internet dengan kabel agar lebih terkontrol.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Hikmah - Selasa, 29 Januari 2019 - 19:46 WIB

Kehadiran Jan Ethes dipersoalkan BPN Prabowo

KEHADIRAN cucu Joko Widodo, Jan Ethes, dalam berbagai kesempatan, dipersoalkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. Pasalnya pelibatan ...
Hikmah - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:54 WIB

Minta maaf kepada pembenci, Ahok minta tidak usah disambut

BASUKI Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan gubernur DKI, segera akan menghirup udara bebas pada 24 Januari 2019. Tanggal tersebut sangat ...
Hikmah - Rabu, 16 Januari 2019 - 16:10 WIB

Ahok segera bebas, dia dijemput keluarga di Mako Brimob

BASUKI Tjahaja Purnama alias Ahok dijadwalkan bebas pada 24 Januari 2019 mendatang. Mantan Gubernur DKI itu akan keluar dari Mako ...
Health - Senin, 14 Januari 2019 - 10:29 WIB

Suka Tidur Pakai Kipas Angin, Ini Bahayanya

Kipas angin seringkali menjadi pilihan untuk menyejukkan ruangan selain Air Conditioner. Kipas angin yang lebih ekonomis dan juga praktis karena ...
Health - Senin, 14 Januari 2019 - 10:16 WIB

Anak Tidak Diimunisasi Benarkah Tetap Sehat?

Seiring pemerintah menggalakkan program imunisasi untuk anak-anak, muncul juga kaum yang berbeda pendapat.Menurut mereka, anak-anak mereka sehat-sehat saja meski tidak ...
Trends - Jumat, 11 Januari 2019 - 14:44 WIB

Diajak ML Sama Pacar, Begini Cara Menolaknya

Seks bebas seperti sudah menjadi makanan sehari-hari remaja di Indonesia. Mereka yang pacaran sudah gampang saja melakukan hubungan seks bagaikan ...