Jumat, 16 November 2018 | 10.37 WIB
KiniNEWS>Gaya>>Cegah anak kecanduan gawai dimulai dari orangtua

Cegah anak kecanduan gawai dimulai dari orangtua

Rabu, 17 Oktober 2018 - 17:44 WIB

IMG-1036

Anak-anak bermain gawai ditemani orangtua.

kini.co.id – KASUS kecanduan gawai sebetulnya berawal dari penggunaannya yang terlalu berlebihan dan tidak dibarengi sikap bijak menggunakan gawai. Banyak orang yang memaksimalkan fungsi gawai, namun tak semua orang mencapai tahap kecanduan.

Jadi, fenomena kecanduan gawai adalah sesuatu yang sangat mungkin untuk dicegah. “Prevensi itu penting. Artinya, menggunakan gadget dan internet harus dengan bijak dan harus dimulai dari orangtuanya,” kata Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM-FKUI dr. Kristiana Siste Kurniasanti, SpKJ (K).

Beberapa tahapan pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Penggunaan bijak mulai dari orangtua

Penggunaan gawai secara bijak bisa dimulai dari orangtua. Menurut Siste, saat ini masih banyak orangtua yang asyik bermain gawai di depan anak-anaknya tanpa mempertimbangkan waktu yang tepat.

Padahal, orangtua sering kali menjadi contoh bagi anak dalam segala hal di kehidupannya. “Saat makan, kadang orangtua sibuk dengan gawai masing-masing. Padahal, pada momen tersebut sebenarnya anak remaja dan dewasa muda ingin curhat sama orangtuanya,” kata Siste.

2. Pengenalan gawai

Orangtua juga perlu mempertimbangkan usia yang tepat untuk mengenalkan gawai pada anak. Misalnya, menunda mengenalkan gawai pada anak yang berusia kurang dari satu tahun. Pada usia tersebut, orangtua diimbau untuk mengedepankan interaksi langsung.

Ia menyarankan, sebelum usia enam tahun orangtua tetap mendampingi anak saat menggunakan gawai. Games yang boleh dimainkan anak juga seharusnya lebih melatif aspek kognitif, bukan lebih banyak mengandung unsur agresivitas atau pornografi.

3. Tidak permisif

Kedua orangtua diharapkan memiliki sikap yang kompak terhadap anak dalam hal penggunaan gawai. Siste menuturkan, dirinya sering kali mendapatkan orangtua yang salah satunya sangat keras terhadap anak, sementara satunya lagi cenderung permisif.

Misalnya, ketika orangtua menetapkan waktu penggunaan gawai hanya 1 jam sehari, maka keduanya harus sepakat. “Jadi, anak akan mencari orangtua yang sangat permisif sama dia,” ujar Siste.

4. Membuat aturan khusus

Siste juga menganjurkan orangtua untuk membuat aturan khusus bagi anak soal penggunaan gawai. Misalnya, tidak memainkan gawai di tempat privat seperti kamar agar pemakaiannya lebih terkontrol oleh orangtua.

Hal lainnya adalah tidak menggunakan sambungan internet nirkabel di rumah dan memilih opsi sambungan internet dengan kabel agar lebih terkontrol.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Woman - Kamis, 15 November 2018 - 17:53 WIB

UGM tunjuk 7 dosen masuk Tim Etik kasus perkosaan mahasiswa

UNIVERSITAS Gadjah Mada telah menunjuk tujuh dosen untuk masuk dalam tim etik yang dibentuk untuk menangani kasus dugaan pemerkosaan yang ...
Style - Kamis, 15 November 2018 - 17:45 WIB

Indonesia peringkat pertama negara paling dermawan

INDONESIA dinobatkan sebagai negara paling dermawan melalui World Giving Index yang dirilis Charity Aid Foundation (CAF) dengan menempati peringkat pertama.Indonesia ...
Hikmah - Kamis, 15 November 2018 - 12:57 WIB

Turis Rusia tidur di kuburan akibat kehabisan uang

BORIS Osmanov, turis asal Rusia yang dirawat di RSUD dr Moh. Saleh, Kota Probolinggo, Jawa Timur, mengaku kehabisan bekal uang ...
Health - Minggu, 11 November 2018 - 14:13 WIB

Diabetes mengancam kaum pekerja Indonesia

PARA pekerja di Indonesia terancam penyakit diabetes. Penyakit kencing manis yang disebut dengan diabetes tipe dua ini mulai menghantui para ...
Woman - Sabtu, 10 November 2018 - 13:46 WIB

Tak Disangka, Bayi Dalam Kandungan Bakal Bahagia Jika Ibu Lakukan Ini

Hamil merupakan momen bahagia yang dirasakan ibu hingga seluruh keluarga. Banyak yang tak sabar menanti lahirnya sang buah hati yang ...
Food - Kamis, 8 November 2018 - 07:36 WIB

Yummy! Ini Cara Membuat Dimsum Harga Rumahan Rasa Restoran

Dimsum kini menjadi makanan yang hits di tengah masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih beserta cita rasa udang, kepiting, ayam yang ...