Rabu, 16 Januari 2019 | 20.08 WIB
KiniNEWS>Gaya>Health>Tiap Pagi Sulit Bangun, Mungkin Kebiasaan Buruk Ini Penyebabnya

Tiap Pagi Sulit Bangun, Mungkin Kebiasaan Buruk Ini Penyebabnya

Reporter : Rini Siregar | Rabu, 31 Oktober 2018 - 07:40 WIB

IMG-1094

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Hal yang sulit dilakukan sebagian orang adalah bangun pagi. Ketika bangun pagi, mata terasa berat dan ngantuk bahkan meski sudah bangun, masih ingin tidur lagi.

Jika demikian, Anda pun akan loyo selama melakukan aktifitas di pagi hari. Tak jarang, perasaan masih ngantuk itu juga mengganggu hingga disertai badan lemas dan sakit kepala.

Jika demikian, Anda harus memperbaiki pola tidur dan kegiatan sebelum tidur Anda agar mendapat tidur yang berkualitas hingga bisa bangun pagi dengan segar.

Menurut Step to Health, ada beberapa hal yang harus Anda hindari agar Anda bisa bangun pagi dengam segar.

Tidak melakukan rutinitas sehari-hari

Tidak memiliki rutinitas sehari-hari akan membuat bangun pagi jauh lebih sulit dilakukan.

Penting untuk diingat bahwa hidup kita diatur oleh ritme jam biologis tertentu.

Jika kita tidak mengikuti rutinitas, maka siklus jam biologis ini akan terputus.

Akibatnya, Anda akan merasakan kantuk dan kelelahan.

Inilah mengapa penting untuk tidur pada waktu yang sama setiap hari.

Menghabiskan akhir pekan di tempat tidur

Meski ini terdengar seperti ide bagus, namun jangan menghabiskan akhir pekan di tempat tidur.

Jika pada hari kerja Anda tidur antara 5 hingga 6 jam dan kemudian pada akhir pekan waktu itu berlipat ganda, Anda akan mengubah ritme biologis tubuh Anda.

Semua ini dapat menyebabkan risiko yang lebih tinggi dari timbulnya diabetes tipe-2, penyakit kardiovaskular, dan obesitas.

Menunda alarm

Jika Anda memilih untuk melanjutkan tidur beberapa menit lagi setelah alarm berbunyi, itu tidak ada manfaatnya.

Satu-satunya hal yang akan terjadi adalah Anda akan kembali dalam fase tidur yang lebih dalam dan ketika Anda bangun, Anda akan merasa lebih lelah.

Lampu menyala

Ketika retina mata melihat cahaya, produksi hormon melatonin melambat.

Hormon ini bertanggung jawab untuk mengatur ritme dan ini bisa menyebabkan gangguan tidur.

Ini tidak hanya terjadi dengan cahaya alami, tetapi juga jika kita melihat lampu berkedip di televisi atau LED telepon.

Jadi, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah mematikan peralatan apa pun di kamar tidur.

Melewatkan sarapan

Sarapan akan membantu jam biologis Anda bekerja dengan benar.

Ingatlah bahwa jika Anda menunggu terlalu lama hingga makan pertama, tubuh Anda akan meningkatkan kadar kortisol Anda , hormon stres

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Hikmah - Rabu, 16 Januari 2019 - 16:10 WIB

Ahok segera bebas, dia dijemput keluarga di Mako Brimob

BASUKI Tjahaja Purnama alias Ahok dijadwalkan bebas pada 24 Januari 2019 mendatang. Mantan Gubernur DKI itu akan keluar dari Mako ...
Health - Senin, 14 Januari 2019 - 10:29 WIB

Suka Tidur Pakai Kipas Angin, Ini Bahayanya

Kipas angin seringkali menjadi pilihan untuk menyejukkan ruangan selain Air Conditioner. Kipas angin yang lebih ekonomis dan juga praktis karena ...
Health - Senin, 14 Januari 2019 - 10:16 WIB

Anak Tidak Diimunisasi Benarkah Tetap Sehat?

Seiring pemerintah menggalakkan program imunisasi untuk anak-anak, muncul juga kaum yang berbeda pendapat.Menurut mereka, anak-anak mereka sehat-sehat saja meski tidak ...
Trends - Jumat, 11 Januari 2019 - 14:44 WIB

Diajak ML Sama Pacar, Begini Cara Menolaknya

Seks bebas seperti sudah menjadi makanan sehari-hari remaja di Indonesia. Mereka yang pacaran sudah gampang saja melakukan hubungan seks bagaikan ...
Style - Jumat, 11 Januari 2019 - 12:20 WIB

Agnez Mo jadi artis Indonesia paling populer di Twitter pada 2018

MESKI saat ini tengah fokus dengan karier bermusiknya di Amerika Serikat, namun tak berarti popularitas Agnez Mo di Tanah Air ...
Health - Selasa, 8 Januari 2019 - 21:45 WIB

Rahasia umur panjang penduduk di 5 wilayah di dunia

DI DUNIA, ada lima daerah yang disebut blue zone—tempat orang yang secara konsisten hidup dengan usia panjang. Kelima daerah itu ...