Minggu, 19 Mei 2019 | 15.16 WIB
KiniNEWS>Gaya>Woman>UGM tunjuk 7 dosen masuk Tim Etik kasus perkosaan mahasiswa

UGM tunjuk 7 dosen masuk Tim Etik kasus perkosaan mahasiswa

Kamis, 15 November 2018 - 17:53 WIB

IMG-1151

Kampus Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta.

JOGJAKARTA, kini.co.id – UNIVERSITAS Gadjah Mada telah menunjuk tujuh dosen untuk masuk dalam tim etik yang dibentuk untuk menangani kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa salah satu mahasiswi di kampus itu saat kuliah kerja nyata di Maluku pada 2017.

Kepala Bidang Humas dan Protokol Universitas Gadjah Mada (UGM) Iva Ariani di Yogyakarta, Kamis, mengatakan tujuh dosen yang ditunjuk telah disesuaikan dengan keahlian masing-masing berkaitan penanganan kasus pelecehan seksual.

“Diambil dari beberapa dosen yang membidangi bidang itu,” kata dia.

Meski demikian, menurut Iva, saat ini proses pembentukan tim etik masih berjalan. Tim itu mulai aktif bertugas setelah surat keputusan (SK) dari pimpinan UGM turun.

“Sudah mulai berproses semoga SK-nya keluar. Ini sedang berproses pembentukan timnya sedang proses untuk SK-nya mudahan minggu ini keluar,” ucapnya, berharap.

Sebelumnya, Rektor UGM Panut Mulyono mengemukakan bahwa pimpinan UGM telah menjalankan rekomendasi tim investigasi kasus itu dengan memberikan sanksi penundaan wisuda kepada terduga pelaku pemerkosaan yang merupakan salah satu mahasiswa di Fakultas Teknik UGM.

Namun, jika tuntutan itu dirasa belum cukup oleh berbagai pihak, menurut Panut, tim etik yang nanti akan kembali melakukan pencermatan ulang terhadap berbagai temuan data di lapangan sehingga akan menghasilkan rekomendasi yang diharapkan bisa diterima semua pihak.

“Saya selalu berpikir hukuman harus setimpal dengan kesalahannya. Jangan sampai kita menzalimi orang yang kesalahannya begini tetapi dihukum lebih dari yang seharusnya. Sama sekali tidak ada pikiran untuk melindungi pelaku,” ujar Panut.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda DIY Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yulianto mengatakan terkait kasus itu Polda DIY telah melakukan penyelidikan.

“Penyelidikan sebatas kita mencari informasi, belum pemanggilan orang. Sudah semenjak peristiwa ini ‘booming’,” kata Yulianto di Markas Komando Brimob, Gondowulung, Yogyakarta, Kamis (15/11).

Menurut Yulianto, dasar penyelidikan yang dilakukan Polda DIY bukan laporan polisi, melainkan laporan informasi. Laporan informasi, jelas Yulianto, merupakan produk kepolisian yang ditulis untuk melaporkan sebuah peristiwa berdasarkan sumber informasi.

“Nah sumber informasinya dari media, dan media sosial. Itu kemudian dirangkum menjadi laporan informasi,” tuturnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, kata dia, laporan hasil penyelidikan (LHP) akan diserahkan kepada Polda Maluku karena peristiwa pelecehan seksual itu terjadi di Maluku.

“Nah nanti di sana apakah mau diproses atau seperti apa, atau mau ditingkatka ke penyidikan tergantung sana (Polda Maluku),” kata Yulianto.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Hikmah - Selasa, 29 Januari 2019 - 19:46 WIB

Kehadiran Jan Ethes dipersoalkan BPN Prabowo

KEHADIRAN cucu Joko Widodo, Jan Ethes, dalam berbagai kesempatan, dipersoalkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. Pasalnya pelibatan ...
Hikmah - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:54 WIB

Minta maaf kepada pembenci, Ahok minta tidak usah disambut

BASUKI Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan gubernur DKI, segera akan menghirup udara bebas pada 24 Januari 2019. Tanggal tersebut sangat ...
Hikmah - Rabu, 16 Januari 2019 - 16:10 WIB

Ahok segera bebas, dia dijemput keluarga di Mako Brimob

BASUKI Tjahaja Purnama alias Ahok dijadwalkan bebas pada 24 Januari 2019 mendatang. Mantan Gubernur DKI itu akan keluar dari Mako ...
Health - Senin, 14 Januari 2019 - 10:29 WIB

Suka Tidur Pakai Kipas Angin, Ini Bahayanya

Kipas angin seringkali menjadi pilihan untuk menyejukkan ruangan selain Air Conditioner. Kipas angin yang lebih ekonomis dan juga praktis karena ...
Health - Senin, 14 Januari 2019 - 10:16 WIB

Anak Tidak Diimunisasi Benarkah Tetap Sehat?

Seiring pemerintah menggalakkan program imunisasi untuk anak-anak, muncul juga kaum yang berbeda pendapat.Menurut mereka, anak-anak mereka sehat-sehat saja meski tidak ...
Trends - Jumat, 11 Januari 2019 - 14:44 WIB

Diajak ML Sama Pacar, Begini Cara Menolaknya

Seks bebas seperti sudah menjadi makanan sehari-hari remaja di Indonesia. Mereka yang pacaran sudah gampang saja melakukan hubungan seks bagaikan ...