Kamis, 24 Oktober 2019 | 06.04 WIB
KiniNEWS>Gaya>Hikmah>Beri Kebohongan Award ke Andi Arief, Demokrat berencana laporkan PSI

Beri Kebohongan Award ke Andi Arief, Demokrat berencana laporkan PSI

Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:59 WIB

IMG-1280

PSI berikan Kebohongan Award kepada Andi Arief atas hoax 7 kontainer surat suara tercoblos asal Cina.

JAKARTA, kini.co.id – PARTAI Demokrat berencana melaporkan Ketua Umum dan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) karena telah memberikan Kebohongan Award kepada Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief. Kebohongan Award diberikan setelah Andi Arief menulis cuitan di Twitter bahwa ada dugaan tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok. PSI juga memberikan penghargaan ini kepada Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Juru Bicara DPP PSI, Dara Adinda Nasution menegaskan pemberian Kebohongan Award sebagai bagian tanggung jawab politik partainya dalam rangka memberikan pendidikan politik kepada rakyat. Tujuannya agar masyarakat berhati-hati memilih pemimpin.

“Lebih dari itu Kebohongan Award juga kami maksudkan untuk menjaga demokrasi dan institusi demokrasi seperti KPU dari proses delegitimasi dan demoralisasi politisi berpikiran pendek,” kata dia dalam rilisnya, Sabtu (5/1).

Dara mengatakan pihaknya tak merasa melanggar hukum. Pihaknya hanya mengungkap fakta yang muncul di media.

“Kami merasa tidak ada pelanggaran hukum sama sekali yang kami lakukan dengan pemberian Kebohongan Award tersebut. Kami hanya mengungkap fakta yang beredar di media bahwa telah terjadi kebohongan atau penyebaran berita palsu yang diumbar Pak Prabowo, Pak Sandi dan Pak Andi di depan publik,” jelasnya.

Pihaknya, kata dia, menghargai siapapun yang ingin membawa hal ini ke ranah hukum. PSI, imbuhnya, siap mengikuti seluruh proses hukum.

“Apabila ada pihak-pihak yang merasa perlu membawa pemberian Kebohongan Award ini ke ranah hukum, kami hargai. Silakan menempuh prosedur hukum yang tersedia di negara kita. Kami sebagai partai anak muda selalu taat hukum dan siap mengikuti proses hukum yang tersedia,” pungkasnya.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Gaya Terkini Lainnya
Hikmah - Selasa, 29 Januari 2019 - 19:46 WIB

Kehadiran Jan Ethes dipersoalkan BPN Prabowo

KEHADIRAN cucu Joko Widodo, Jan Ethes, dalam berbagai kesempatan, dipersoalkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. Pasalnya pelibatan ...
Hikmah - Kamis, 17 Januari 2019 - 17:54 WIB

Minta maaf kepada pembenci, Ahok minta tidak usah disambut

BASUKI Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan gubernur DKI, segera akan menghirup udara bebas pada 24 Januari 2019. Tanggal tersebut sangat ...
Hikmah - Rabu, 16 Januari 2019 - 16:10 WIB

Ahok segera bebas, dia dijemput keluarga di Mako Brimob

BASUKI Tjahaja Purnama alias Ahok dijadwalkan bebas pada 24 Januari 2019 mendatang. Mantan Gubernur DKI itu akan keluar dari Mako ...
Health - Senin, 14 Januari 2019 - 10:29 WIB

Suka Tidur Pakai Kipas Angin, Ini Bahayanya

Kipas angin seringkali menjadi pilihan untuk menyejukkan ruangan selain Air Conditioner. Kipas angin yang lebih ekonomis dan juga praktis karena ...
Health - Senin, 14 Januari 2019 - 10:16 WIB

Anak Tidak Diimunisasi Benarkah Tetap Sehat?

Seiring pemerintah menggalakkan program imunisasi untuk anak-anak, muncul juga kaum yang berbeda pendapat.Menurut mereka, anak-anak mereka sehat-sehat saja meski tidak ...
Trends - Jumat, 11 Januari 2019 - 14:44 WIB

Diajak ML Sama Pacar, Begini Cara Menolaknya

Seks bebas seperti sudah menjadi makanan sehari-hari remaja di Indonesia. Mereka yang pacaran sudah gampang saja melakukan hubungan seks bagaikan ...